Selasa, 08 Mei 2018 20:20 WITA

Jubir Sehati Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Posko

Editor: Fathul Khair Akmal
Jubir Sehati Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Posko
Korban penyerangan posko Sehati.

RAKYATKU.COM, SINJAI - Posko Pemenangan Pasangan Andi Seto Gadista  Asapa-Andi Kartini (Sehati) yang diserang orang tak dikenal (OTK) Senin 7 Mei 2018 lalu, mengakibatkan salah seorang relawannya terluka di bagian kepala.

Menunurut rekan korban, Faisal, saat itu tiba-tiba datang dua sepeda motor yang saling berboncengan. Lalu melepaskan tembakan busur ke arah mereka yang sedang berkumpul dan berjaga.

Busur tersebut tepat mengenai temannya, Risal. Ia lalu dilarikan ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan perawatan.

Juru Bicaranya Sehati, Ahmad Marsuki mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke kepolisian, untuk mengungkap dan mengusut tuntas kasus tersebut.

"Bahwa kejadian ini sudah kesekian kalinya terkhusus kepada pasangan Sehati. Sehingga kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengusutnya," tegasnya, Selasa (8/5/2018).

Polisi diminta segara menemukan dan menjerat pelakunya, agar kejadian serupa tak terulang lagi. Apalagi, kata Mamat, pelaku menggunakan benda-benda yang dapat mengancam keselamatan tim dan relawan Sehati.

"Peristiwa ini sangat memilukan hati kami karena ini kejadian kesekian kalinya. Karena itu kami meminta kepolisian untuk tetap mengedepankan profesionalisme kerja untuk mengungkap tabir dan motif para pelaku penyerangan ini," ungkapnya.

Tindakan penyerangan atau intimidasi ini bukan kali pertama dialamatkan ke tim Sehati. Karena sebelumnya, juga terjadi dua peristiwa intimidasi atau teror di Kecamatan Sinjai Selatan selama masa kampanye.

Kata dia, sampai saat ini belum ada tanda-tanda para pelaku akan diamankan untuk diproses hukum. 

"Cukuplah peristiwa terdahulu yang belum terungkap sampai saat ini. Karena jika hal ini terus terjadi, dapat memicu reaksi dan jangan menyalahkan masyarakat jika tindakan main hakim sendiri akan terjadi karena itu dapat saja terjadi akibat dari krisis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum," tutupnya.