Sabtu, 12 Mei 2018 16:03 WITA

Tim TP Minta Panwaslu Transparan Tangani Laporan FAS

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tim TP Minta Panwaslu Transparan Tangani Laporan FAS
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Parepare sudah dua kali memeriksa calon wali Kota Parepare, Faisal A Sapada (FAS). Itu menyusul laporan warga yang menduga ada program FAS yang melanggar.

Terkesan senyap dan kurang digembar gemborkan, tapi pemeriksaan FAS terbilang cukup intensif. Itu karena dua kali yakni pada 9 dan 10 Mei 2018. Dibanding Taufan Pawe (TP) yang hanya satu kali pemeriksaan dengan durasi sekitar 60 menit.

Pasal yang disangkakan kepada FAS sama dengan TP, yakni dugaan memanfaatkan program pemerintah, beras sejahtera (Rastra) sebagai bahan kampanye.

Itu ditengarai melanggar pasal 71 ayat 3 UU nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, yang berbunyi, gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, wali kota atau wakil wali kota sebagai petahana dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon.

Sekretaris Tim Pemenangan Taufan Pawe-Pangerang Rahim, Hamran Hamdani meminta Panwaslu transparan dalam menangani setiap laporan warga.

Pemeriksaan secara terbuka itu sudah diatur dalam Peraturan Bawaslu nomor 14 tahun 2017. "Panwaslu harus terbuka, jangan terkesan ditutup-tutupi. Ingat masyarakat harus tahu semua proses pemeriksaan Panwaslu," ingat Hamran.

"Waktu Pak TP, pemeriksaan begitu terbuka, bahkan sampai ada yang kawal. Sekarang giliran FAS, tidak ada pengawalan, tidak ada intervensi, tidak ada penekanan dan intimidasi. Kami hanya minta pemeriksaan berjalan normal, fair, dan sesuai ketentuan yang ada," imbuh Hamran, mantan Ketua KPU Parepare. 

FAS dilapor terkait dugaan pelanggaran pada dua programnya yakni pembagian Rastra yang merata dan bermutu, serta bantuan modal usaha Rp3 juta per kepala keluarga (KK).

Hamran Hamdani meminta Panwaslu menggunakan keterangan ahli dari BPKP dan Kemendagri sebagai bahan pertimbangan sebelum membuat keputusan. 

Terpisah, Ketua Panwaslu Parepare, Muh Zaenal Asnun mengaku juga akan melibatkan saksi ahli guna mendalami laporan tersebut.  "Kami juga akan libatkan keterangan ahli," ungkap Zaenal.