Selasa, 15 Mei 2018 18:17 WITA

Amran Mahmud 'Skak Mat' DBR Soal Pelayanan Kesehatan di Wajo

Editor: Mulyadi Abdillah
Amran Mahmud 'Skak Mat' DBR Soal Pelayanan Kesehatan di Wajo
Foto: IST

RAKYATKU.COM, WAJO - Sesi ketiga debat kedua Pilkada Wajo berlangsung seru saat calon bupati Wajo, Amran Mahmud kepada Baso Rahmanuddin (DBR), pada Selasa (15/5/2018). 

Amran Mahmud menanyakan soal cara mengatasi laju Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Wajo, khususnya peserta BPJS Kesehatan yang pencapaiannya sejauh ini baru 56 persen. 

"Data ini (UHC) membuat Wajo masuk dalam zona merah di Sulsel. Bagaimana bapak mengatasi permasalahan ini?" tanya Amran Mahmud yang membuat program BPJS Kesehatan gratis.

Baso Rahmanuddin mengakui deadline pencapaian UHC hingga 2019 mendatang. Untuk itu, ia mengklaim bisa menuntaskan hingga 100 persen bila terpilih.

"Dalam program kami, begitu Barakka (terpilih) maka UHC akan diwujudkan," kata dia. 

Usai mendengar jawaban itu, Amran lalu mempertanyakan status RSUD Lamadukelleng. 

"Saya membayangkan pelayanan (di RSUD Lamadukelleng) tidak terakreditasi, bisa dapat rapor merah dan sanksi keras untuk tidak lagi diprogramkan program BPJS?" tanya Amran Mahmud lagi.

Baso lalu mengklaim bahwa RSUD Lamadukelleng sudah terakreditasi. "Datanya dikoreksi justru menjadi RSUD Lamadukkelang adalah rumah sakit kedua disulsel yang terakreditasi 5 pelayanan. Harus dipahami ada 12 pelayanan," klaim Baso.