Rabu, 16 Mei 2018 22:57 WITA

Pleno KPU Makassar Tak Jelas, Massa DIAmi Bubarkan Diri dengan Tertib

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Pleno KPU Makassar Tak Jelas, Massa DIAmi Bubarkan Diri dengan Tertib
Massa DIAmi akhirnya membubarkan diri dengan tertib dari kantor KPU Makassar.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Setelah beberapa jam memadati kantor KPU kota Makassar, ratusan massa DIAmi akhirnya membubarkan diri pada Rabu malam (16/5/2018) sekira pukul 22.50 Wita. 

Ratusan massa pasangan calon wali kota nomor dua ini pulang dengan raut wajah kecewa. Itu setelah mereka tak mendapat informasi putusan pleno yang dilakukan oleh komisioner KPU kota Makassar tentang penetapan kembali pasangan calon Walikota Makassar sesuai rekomendasi Panwaslu Makassar. 

Pada mulanya, ratusan massa DIAmi memilih bertahan hingga pukul 00.00 Wita, batas maksimal pleno komisioner KPU Makassar. Namun, aparat kepolisian yang diwakili Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait melakukan perundingan dengan para massa pendukung DIAmi. 

Dalam perundingan tersebut, Hotman memberi pilihan kepada para pendukung apakah tetap bertahan dengan konsekuensi fatal atau membubarkan diri dengan damai. Akhirnya usai perundingan tersebut, massa menyepakati untuk membubarkan diri pada pukul 22.00 Wita. 

"Pendukung paslon nomor urut 2 saya minta kita pulang dengan tertib. Saya ingin kita perlihatkan warga Makassar bahwa pendukung DIAmi tetap tertib. Oke teman-teman," teriak Lukman Sulaiman selaku koordinator massa DIAmi dengan menggunakan mikrofon. 

Lukman juga menyampaikan kekecewaannya dengan KPU Kota Makassar yang dinilai tidak menjunjung tinggi demokrasi yang ada di Indonesia. Dengan tak kunjung keluarnya putusan ini, massa DIAmi mengancam tetap akan melakukan gerakan-gerakan lain untuk memprotes kebijakan KPU. 

Lukman mengungkapkan dari informasi yang diterimanya dari kepolisian, aktivitas di kantor KPU Makassar hingga malam hari ini nihil. 

"Kami bingung dari paslon 2. Penjelasan dari polisi tadi tidak ada kegiatan di dalam KPU. Kami bertanya-tanya apa maunya ini KPU. Dia mau junjung demokrasi atau mau menginjak-injak demokrasi yang ada di Makassar," kata Lukman. 

"Mungkin kami akan melakukan gerakan-gerakan lain yang kami bikin juga. Mungkin tidak di sini karena kami dari paslon 2 menjunjung tinggi demokrasi yang ada di Makassar. Kami tidak ingin demokrasi ini dihinggapi kepentingan-kepentingan yang lain," pungkasnya. 

Pembubaran massa DIAmi dikawal Patmor dari Polrestabes Makassar. Massa pulang dengan tertib.