Kamis, 17 Mei 2018 02:11 WITA

KPU Makassar Tolak Putusan Panwaslu, Appi-Cicu Sudah Duga Sejak Awal

Penulis: Fathul Khair
Editor: Abu Asyraf
KPU Makassar Tolak Putusan Panwaslu, Appi-Cicu Sudah Duga Sejak Awal
Arsony

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) tidak ditetapkan kembali oleh KPU Makassar sebagai kontestan Pilwalkot Makassar tahun ini. Hal ini diputuskan dalam rapat pleno KPU Makassar, Rabu (16/5/2018). 

Itu artinya, pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), hampir dipastikan bakal melawan kolom kosong.

"Artinya kita semakin siap lawan kolom kosong," kata juru bicara Appi-Cicu, Arsony kepada Rakyatku.com, Kamis (17/5/2018).

Arsony menjelaskan, sudah sejak awal, pihaknya yakin putusan Panwaslu Makassar itu bakal ditolak KPU Makassar.

"Sudah dari awal kita menduga itu (putusan Panwas Makassar akan ditolak). Karena hasil kajian kita soal kedudukan putusan Panwas dari segi aspek hukum dan lain sebagainya," tambah Arsony.

Apalagi menurut dia, KPU Makassar juga sudah bekerja secara profesional, sejak tahapan Pilwalkot Makassar berjalan.

"Kami sudah yakin, bahwa KPU ini tidak akan gegabah dalam bertindak. Dan dengan keluarnya hasil pleno KPU ini, menunjukkan bahwa lembaga penyelenggara Pilkada ini menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga profesional," tutup Arsony.

Diberitakan sebelumnya, KPU memilih untuk tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung dalam menyikapi putusan Panwas Kota Makassar Nomor 002/PS/PWSL.MKS/27.01/V/2018 tertanggal 13 Mei 2018.

Putusan Panwaslu Makassar atas objek sengketa Keputusan KPU Kota Makassar Nomor 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 tersebut, dinyatakan tidak berhubungan dengan ketentuan Pasal 144 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang.