Kamis, 17 Mei 2018 02:21 WITA

Sebut KPU Makassar Membangkang, DIAmi Siapkan Langkah Ini

Editor: Abu Asyraf
Sebut KPU Makassar Membangkang, DIAmi Siapkan Langkah Ini
Tim hukum DIAmi Abdul Azis (kedua kanan) dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), sudah menyiapkan langkah selanjutnya menanggapi hasil rapat pleno KPU Makassar yang menolak mengakomodasi DIAmi sebagai kontestan Pilwalkot Makassar.

Salah satu kuasa hukum DIAmi, Abdul Azis mengatakan, KPU Makassar sudah melakukan hal yang sangat fatal, dengan tidak mengakomodasi putusan Panwaslu Makassar. Abdul Azis menyebutnya hal ini sebuah pembangkangan.

"Hasil pleno KPU Makassar adalah bentuk pembangkangan terhadap  putusan Panwas. Dan hal ini punya konsekuensi hukum etik dan pidana," kata Abdul Azis kepada Rakyatku.com, Kamis (17/5/2018).

Abdul Azis enggan merinci lebih jauh terkait upaya yang akan ditempuh DIAmi. Yang jelas, kata dia, hasil pleno KPU Makassar ini sangat merugikan kliennya.

"Soal upaya selanjutnya, kami akan menentukan sikap dan mempersiapkannya dalam satu atau dua hari ke depan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, KPU memilih untuk tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung dalam menyikapi putusan Panwas Kota Makassar Nomor 002/PS/PWSL.MKS/27.01/V/2018 tertanggal 13 Mei 2018.

Putusan Panwaslu Makassar atas objek sengketa Keputusan KPU Kota Makassar Nomor 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 tersebut, dinyatakan tidak berhubungan dengan ketentuan Pasal 144 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang.