Kamis, 17 Mei 2018 16:45 WITA

Ketua Bawaslu Sulsel Sesalkan Keputusan KPU Makassar

Editor: Mulyadi Abdillah
Ketua Bawaslu Sulsel Sesalkan Keputusan KPU Makassar
HL Arumahi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mengaku terkejut dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar yang memilih tidak melaksanakan putusan Panwaslu Kota Makassar terkait sengketa Pilwalkot Makassar 2018.

"Saya ini belum ketemu Panwas Makassar, tapi saya kaget dengar putusan itu," tutur Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, saat ditemui Rakyatku.com di Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (17/5/2018).

Menurut Arumahi, putusan dan rekomendasi harusnya dapat dibedakan. "Kalau rekomendasi bisa tidak dilaksanakan dan ada dasarnya, kalau putusan itu tidak ada dasarnya, langsung laksanakan. Makanya saya kaget," katanya.

Secara kelembagaan, menurut Arumahi, Panwaslu Kota Makassar telah bekerja dengan baik dan sudah sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami secara kelembagaan melihat teman-teman di Panwas Makassar telah bekerja dengan baik. Prosedur yang mereka tempuh sudah tepat. Kami juga tidak bisa menilai putusannya karena mereka yang sidangkan tapi secara prosedur mereka sudah bagus," tambahnya.

Meskipun demikian, menurut Laode, pihaknya tetap menghargai keputusan yang diambil oleh KPU Makassar. "Di satu sisi kita hargai sikap KPU tapi kita menyesalkan juga," tutupnya.

Diberitakan, hasil Sengketa Pilwalkot Makassar 2018 mengabulkan permohonan pasangan M Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) untuk kembali menjadi calon di Pilkada Makassar. Namun, pleno KPU Makassar berkata lain. KPU Makassar bersikukuh dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mendiskualifikasi pasangan DIAmi.