Jumat, 18 Mei 2018 20:58 WITA

Diam-diam, Taufan Pawe Telah Diperiksa di Bawaslu Sulsel

Editor: Adil Patawai Anar
Diam-diam, Taufan Pawe Telah Diperiksa di Bawaslu Sulsel
Taufan Pawe.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan ternyata telah meminta keterangan terhadap Wali Kota Parepare non aktif , HM Taufan Pawe atas Kasus dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu melalui Program Pembagian Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2018, setelah dua kali tidak hadir dalam panggilan Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Parepare. Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Penyidik Sentra Gakumdu yang juga Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Herly Purnama , Jumat (18/5/2018).

“Sudah kami periksa kemarin di Bawaslu, dia datang sendiri kemarin untuk memberikan keterangan,”urai dia.

Herly menjelaskan, pemeriksaan Taufan Pawe sebagi tersangka di Bawaslu untuk alasan percepatan setelah yang bersangkutan pulang melaksanakan ibadah umrah.

“Tidak ada masalah (diperiksa dimana),  untuk percepatran saja, untuk pemberkangsan lalu dikirim ke Jakasa Penuntut Umum(JPU), sama seperti kasus kasus di Palopo, pemeriksaannya pun di Bawaslu sama seperti kalau kita periksa ahli di Kementerian atau Unhas,” terang dia.

Penetapan Taufan Pawe sebagai tersangka sebagai tindak lanjut rekomendasi Panwaslu Kota Parepare dengan jeratan Pasal 188 UU Nomor 1 Tahun 2015, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Adapun bunyi Pasal 188 yakni setiap pejabat negara, pejabat Aparatur Sipil Negara, dan Kepala Desa atau Lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah).