Rabu, 23 Mei 2018 14:45 WITA

Gara-gara Baliho Ilegal, Bawaslu 'Semprot' Kandidat Pilgub Sulsel

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Gara-gara Baliho Ilegal, Bawaslu 'Semprot' Kandidat Pilgub Sulsel
Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah atribut kandidat Pilgub Sulsel, dalam bentuk baliho dan spanduk beredar luas di sejumlah daerah. Atribut tersebut rupanya merupakan produk ilegal yang bukan merupakan melalui persetujuan KPU.

Atas kejadian itu, Bawaslu Sulsel bereaksi keras. Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi membeberkan, telah melayangkan surat peringatan kepada keempat kandidat yang menyebar atribut di luar prosedur itu.

"Sekarang kita sudah kirimkan surat kepada partai politik dan paslon untuk menertibkan balihonya sendiri," jelas Arumahi, saat diwawancarai di kantornya, Jalan AP Pettarani, pada Rabu (23/5/2018).

Ia pun menegaskan, meski ada sejumlah baliho dan spanduk yang tidak menyebut diri sebagai kandidat Pilgub Sulsel, namun hal tersebut tetap dikatakan sebagai pelanggaran Pilkada. "Karena itu termasuk dalam kategori kampanye," tegas Arumahi.

Lebih lanjut dikatakan, jika dalam beberapa hari ke depan baliho dan spanduk tersebut tidak ditertibkan, maka Bawaslu akan mengambil langkah sigap lainnya. Termasuk menurunkan baliho dan spanduk tersebut secara paksa serta akan dilakukan pemanggilan.