Sabtu, 26 Mei 2018 21:26 WITA

Jika Prof Andalan Menang, Ini Perusahaan Swasta Jepang yang Ingin Berinvestasi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Jika Prof Andalan Menang, Ini Perusahaan Swasta Jepang yang Ingin Berinvestasi
Prof Nurdin Abdullah (kanan)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - NIKKO Securities siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulsel jika Nurdin Abdullah-Andi Sudirman (Prof Andalan) terpilih menjadi pada Pilgub Sulsel 2018.

Vice President Director NIKKO Securities, Tetsuo Takatsugu, memaparkan kepada Nurdin Abdullah tentang jaringan keuangan yang kuat dan luas yang mereka miliki.

NIKKO Securities yang merupakan milik bank terkemuka Jepang, SMBC, memiliki jaringan keuangan dengan bank dunia, Jetro, dan JICA.

Takatsugu mengatakan, Nurdin Abdullah dinilai bersih dan diyakini bisa menumbuhkembangkan investasi di Sulsel. 

Menurut dia, informasi bahwa Nurdin Abdullah banyak melakukan inovasi dan berbagai kemudahan untuk pengembangan investasi di Bantaeng.

"Di Bantaeng sudah terbukti. Banyak investor masuk Bantaeng karena bupatinya (Prof HM Nurdin Abdullah) melakukan berbagai inovasi dan sederet kemudahan," jelasnya, dalam rilis yang dikirim Tim Media Prof Andalan, pada Sabtu (26/5/2018).

Takatsugu mengatakan, datang di Makassar untuk menemui khusus Nurdin Abdullah. "Saya datang sejak Kamis 24 Mei 2018. Saya mau dengar langsung dari Nurdin Abdullah tentang kemudahan apa saja yang diberikan ke investor di Bantaeng dan nanti di Sulsel," katanya. 

Sementara itu, Nurdin Abdullah mengatakan, untuk mempercepat pembangunan di Sulsel ke depan harus dibekap dana dari swasta. 

"Kehadiran NIKKO yang memiliki jaringan keuangan dan pasar internasional sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan di Sulsel," jelasnya.

NIKKO Sucurities menurut Takatsugu siap menjadi mitta strategis dan memfasilitasi pemerintah Sulsel untuk koneksi dengan lembaga keuangan internasional dalam pembiayaan pembangunan.

Infrastruktur yang membutuhkan pembiayaan besar yang bisa dibiayai menurut Takatsugu meliputi transportasi rel kereta api, jalan tol, pelabuhan, kawasan industri, dan industri pengolahan hasil pertanian.