Senin, 28 Mei 2018 13:30 WITA

DKPP Sidangkan Aduan Sengketa Pilwalkot Makassar

Editor: Nur Hidayat Said
DKPP Sidangkan Aduan Sengketa Pilwalkot Makassar
Sidang dua perkara terkait sengketa Pilwalkot Makassar di kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Senin (28/5/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menyidangkan dua perkara terkait sengketa Pilwalkot Makassar di kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Senin (28/5/2018).

Kedua perkara itu, yakni aduan paslon Munafri Arifuddn-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) sebagai pengadu, dan Panwaslu Makassar sebagai teradu. Serta aduan Mohammad Ramdhan Pomanto- Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) yang berstatus sebagai pengadu, dan KPU Makassar sebagai teradu.

Dalam sidang itu, hadir keempat pihak. Appi-Cicu dan DIAmi diwakili kuasa hukumnya, serta hadir langsung komisioner KPU dan Panwaslu Makassar.

Sidang dipimpin langsung anggota DKPP sebagai ketua majelis; Alfitra Salam, TPD unsur masyarakat; Andi Syamsul Alam, TPD unsur KPU; Faisal Amir, dan TPD unsur Bawaslu; Laode Arumahi.

Agenda dalam sidang itu, yakni mendengarkan penjelasan dari semua pihak. Hasil sidang itu, masih tengah dikaji DKPP. Hasil kajiannya nanti akan ditentukan apakah langsung diputuskan, atau masih ada sidang kedua.

Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansyur dalam persidangan mengatakan, KPU Makassar tidak mengeksekusi putusan Panwaslu Makassar berdasarkan hasil konsultasi brjenjang dari KPU Sulsel dan KPU RI.

"Dari hasil konsultasi kami, ada jawaban tertulis kepada kami. Dijelaskan, apa yang menjadi keputusan kami tetap mengacu putusan Mahkamah Agung," kata Abdullah.

"Jadi KPU RI memberikan petunjuk kepada kami, untuk tetap melaksanakan keputusan MA. Karena apa yang menjadi putusan Panwaslu itu dalam aturannya bahwa persoalan itu bukan dasar sebagai sesuatu yang harus dibatalkan," tambahnya.