Rabu, 30 Mei 2018 17:31 WITA

Diunggulkan 4 Lembaga Survei Berbeda, IYL-Cakka: Jangan Terlena

Editor: Mulyadi Abdillah
Diunggulkan 4 Lembaga Survei Berbeda, IYL-Cakka: Jangan Terlena
Foto: IST

RAKYATKU.COM, MAKASSAR- Tim Pemenangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) mengapresiasi setiap lembaga survei yang merilis temuan risetnya, baik yang mengunggulkannya, maupun lembaga yang tidak memposisikannya di peringkat pertama.

Khusus ke sejumlah lembaga yang mengunggulkan selama sembilan bulan terakhir, seperti Poltracking di September 2017, Indo Survei Strategi (ISS) di Februari, Sinergi Data Indonesia (SDI) medio Maret, serta terakhir JSI untuk periode Mei 2018, IYL-Cakka memilih tidak ingin larut dengan angka tersebut.

“Kami tentu mensyukuri capaian tersebut. Data dari setiap bulannya ini, pasti akan menambah motivasi dan semangat kami bersama koalisi rakyat,” tandas Ketua Tim Pemenangan Rumah Kita IYL-Cakka, Haji Bahar Ngitung, Rabu (30/5/2018).

Menurut dia, pihaknya tak ingin terlena dengan capaian tersebut. Apalagi kalau melihat hasil survei terakhir di yang di publish JSI, tingkat elektabilitas belum berada di posisi aman. Sehingga jika sampai larut atau terlena, bisa saja terjadi perubahan angka.

“Fokus kami adalah terus meyakinkan rakyat dengan berbagai program yang kami tawarkan. Kami tidak mau terlena dengan hasil survei, karena kemenangan kandidat tetap ditentukan tanggal 27 Juni mendatang,” terang Obama, sapaan akrab Bahar Ngitung. 

Selain tim, IYL maupun Cakka juga terus “tancap gas” melanjutkan sosialisasinya ke pemilih. IYL selama Ramadan, memperbanyak titik kunjungannya di Makassar. Sedangkan Cakka fokus di Luwu Raya.

Seperti diberitakan, survei terbaru yang dipublish Jaringan Suara Indonesia (JSI) terkait prilaku pemilih jelang Pilgub Sulsel, boleh saja ditanggapi “sinis” kubu kandidat tertentu. Tapi fakta sesungguhnya jika bicara penelitian atau riset, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) memang unggul dibanding tiga rivalnya.

Jika mengacu pada survei JSI yang menempatkan IYL-Cakka di posisi teratas dengan tingkat keterpilihan 29,8%, maka angka ini mengalami kenaikan jika membandingkan tiga survei sebelumnya yang juga mengunggulkan IYL-Cakka.

Data survei Sinergi Data Indonesia (SDI) yang dimunculkan di pertengahan Maret 2018, IYL-Cakka mendulang elektabilitas 27,50%. Unggul dari NH-Aziz 24,8%. Disusul NA-ASS 21,20%, dan Agus-TBL 8,9%. Sisanya saat itu, belum menentukan pilihan. SDI disebut-sebut punya kedekatan dengan kubu rival IYL-Cakka. Artinya, lembaga ini bukan bagian dari pasangan yang dikenal komitmen, tegas dan merakyat tersebut.

Lembaga lain yang melansir temuan surveinya untuk medio Februari yang dirilis di awal Maret adalah Indo Survei Strategi (ISS). Lagi-lagi, lembaga yang tak punya afiliasi dengan IYL-Cakka tersebut menempatkan pasangan usungan koalisi rakyat ini di posisi teratas.

IYL-Cakka memiliki elektabilitas 24,3%. Disusul NH-Aziz 20,1%, NA-ASS 18,0%, dan Agus-TBL 8,9%. Sisanya belum menentukan sikap. Jumlah responden yang dilibatkan saat itu, 800 responden. 

Bukan hanya itu, sebelum penetapan pasangan di KPU, Ichsan Yasin Limpo juga unggul di survei Poltracking. Di survei September 2017, IYL memiliki elektabilitas 18,8%. Mengungguli kandidat lainnya. Lembaga yang dipimpin Hanta Yuda ini disebut-sebut salah satu lembaga yang punya kedekatan dengan DPP Golkar. Dan bisa dipastikan yang memesan jasa surveinya bukan kubu IYL.

Dari data temuan riset dari lembaga berbeda, maka bisa disimpulkan jika posisi IYL-Cakka memang terus mengalami kenaikan setiap bulannya. Dari 18,8% di September 2017, 24,3% di Februari, lalu 27,5% di Maret, dan 29,8% di Mei. Berdasar tiga data berbeda ini juga, posisi NH-Aziz dan NA-ASS memang sedang “saling-menyalip” untuk posisi kedua. Sedangkan Agus-TBL, tingkat keterpilihannya cenderung mengalami penurunan. Bahkan belum menembus angka 10%.

Dari data di atas, maka bisa menjadi tamparan untuk kubu tertentu yang menuding jika survei terbaru IYL-Cakka adalah rekayasa. Sebab fakta dari setiap bulan, lembaga yang tak punya afiliasi ke IYL, termasuk konsultan kandidat lain, memang mengakui elektabilitas IYL-Cakka.