Minggu, 03 Juni 2018 18:00 WITA

Rawan Dimanfaatkan, Panwas Diminta Awasi Politisasi Lembaga Sosial

Editor: Aswad Syam
Rawan Dimanfaatkan, Panwas Diminta Awasi Politisasi Lembaga Sosial
Erna Taufan saat menyalurkan bantuan Lazismu ke warga Parepare.

RAKYATKU.COM, PAREPARE -- Beragam cara dilakukan pasangan calon (paslon) untuk mendulang suara jelang pemilihan. Salah satu yang rawan dimanfaatkan dan dipolitisasi, adalah penyaluran bantuan, zakat, infaq dan sedekah lewat lembaga sosial.

"Bawaslu sudab mewanti-wanti hal ini sejak awal tahun. Karena Pilkada beririsan waktu dengan Ramadan, sehingga pemberian dari lembaga sosial rawan jadi modus. Apalagi jika lembaga itu melibatkan pihak yang punya kepentingan politis," ungkap Ketua Pospera Parepare, Syaharuddin.

Dirinya berharap, lembaga sosial termasuk yang bekerja menyalurkan zakat infaq sedekah, menjaga independensi dan muruah lembaganya. "Jika memilih ikut arus politik dengan memanfaatkan lembaga, pertanggungjawabannya berat. Bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Ingat barang itu adalah amanat dan hak umat. Tidak boleh ada unsur politik baik disengaja maupun tidak," tegas mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin ini.

Ia juga mengingatkan imbauan yang pernah disampaikan Bawaslu, agar masyarakat membayarkan zakat dan menyalurkan infaq serta sedekahnya lewat lembaga resmi yang independen, serta minim melibatkan oknum yang punya kepentingan politik.

“Kalau lembaga penyalur itu sudah diindikasi politis, sebaiknya jangan salurkan zakat infaq sedekah di sana. Cari lembaga lain yang lebih amanah,” ujarnya.

Sebelumnya, muncul sorotan terhadap aktivitas salah satu lembaga zakat di Parepare, karena melibatkan istri paslon. Sekretaris Perindo Kota Parepare, Abdul Aziz Said meminta Panwaslu bersikap atas hal tersebut.

"Itu seharusnya tidak boleh karena istri paslon. Jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Lembaganya boleh saja bagi-bagi, tapi seharusnya istri paslon tidak dilibatkan untuk menjaga kondusivitas politik dan independensi lembaga itu sendiri," tegasnya.

Sorotan senada juga disampaikan oleh Ketua RW Ujung Lare, Awaluddin. Menurutnya, umat bisa saja kecewa karena sumbangannya ternyata dipolitisasi. "Ujungnya, kredibilitas lembaga penyalur itu dipertanyakan. Karena warga kecewa, sumbangan yang seharusnya bebas unsur politik justru malah dipolitisasi," tandas Awaluddin.