Selasa, 05 Juni 2018 20:51 WITA

Posko Pemenangan Iksan-Paris Dirusak, Begini Kronologinya

Editor: Fathul Khair Akmal
Posko Pemenangan Iksan-Paris Dirusak, Begini Kronologinya

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Salah satu posko pemenangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar - Paris Yasir diobrak-abrik. Kejadian itu berawal, dari salah seorang pemilik Facebook yang mengatakan bahasa tidak sopan. Dia menyebut "kareng  kongkong" (karaeng anji*g) dan menantang berkelahi.

Pengerusakan baliho posko Iksan-Paris itu, diduga dilakukan oleh Syahfirman di lingkungan Tolo, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto.

Kronologis kejadian itu, Syahfirman pulang dari rumah misi di Lingkungan Mataere, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara. Dan mendatangi posko paslon nomor urut 3 itu yang terletak di perempatan pasar Tolo, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara.

Kedatangannya dengan tujuan menemui pemilik akun Facebook atas nama Selvi, untuk menanyakan maksud dari kata-kata yang tidak sopan itu.

"Pelaku bertanya di depan posko paslon Iksan-Paris yang bertulis nomor 3, tepatnya di depan rumah Kareng Sikki. Siapa punya Facebook yang mengatakan 'karaeng kongkong' dan menantang saya berkelahi. Karena tidak ada yang hiraukan sehingga Syahfirman merasa kecewa dan emosi, berujung pengerusakan baliho Iksan-Paris," jelas Syahrul, Selasa (5/6/2018).

Warga setempat melihat Syafirman melakukan pengerusakan baliho dan posko ditempat itu. Sehingga simpatisan yang ada di posko paslon Iksan-paris marah dan melakukan penganiayaan langsung, dengan cara memukul dan menantang masyarakat yang berada di masing-masing posko. Tak lama kemudian, secara bersamaan juga melempar batu ke arah rumah milik kareng Sikki. 

Untuk sementara, pelaku pengerusakan baliho telah diamankan di Mapolsek Kelara, dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Jeneponto. 

"Massa pendukung paslon nomor urut 3 sempat berkumpul di TKP sekitar 70 orang. Petugas kepolisian dari Polsek Kelara yang mendatangi TKP dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Muhlis dan membubarkan massa dengan mengimbau agar masyarakat segera membubarkan diri dan menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisiaan," kata Syahrul.