Sabtu, 09 Juni 2018 16:13 WITA

Hijau Hitam Terbelah di Pilkada Sulsel

Editor: Aswad Syam
Hijau Hitam Terbelah di Pilkada Sulsel
Lambang HMI

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kisruh di tubuh organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali terjadi. Kali ini Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah mengkritik dan mengecam adanya oknum pengurus yang membawa-bawa Badko HMI Sulselbar masuk dalam pusaran Pilkada Sulsel 2018.

"Bung ini organisasi perkaderan. Sebaiknya kepentingan politik individual di Pilkada jangan membawa-bawa label HMI. Kalau tidak tahu bahwa HMI organisasi independen, maka sebaiknya ikut kajian," tukas Ardi, Sabtu (9/6/2018). 

Kecaman ini dilontarkan atas pernyataan yang dibuat oleh Sekum HMI Badko Sulselbar, Tri Febrianto yang mengkritik Wakil Ketua DPD I Sulsel Risman Pasigai, tentang hasil survei Indeks Indonesia. Tri dinilai ikut terlibat dalam mainan politik karena membandingkan hasil survei lembaga survei indeks dengan Lingkaran Survei Indonesia yang dinilainya profesional dalam membuat hasil survei kandidat pada Pilkada Sulsel 2018 ini. 

Pernyataan Tri tersebut kabarnya langsung disoroti pengurus besar (PB HMI), termasuk mayoritas kader Hijau Hitam (sebutan lain untuk HMI) lainnya. Ardiansyah sendiri menilai pernyataan politis tersebut tidak sepatutnya dilontarkan oleh seorang kader, yang posisinya sangat sentral di lembaga HMI. 

Oleh karena itu kata Ardi, idealnya label aktivis HMI mau pun pengurus jangan dibawa ke ranah pertarungan antara alumni tersebut. Apalagi kata dia, label HMI ditarik untuk hasrat politik kandidat tertentu.

"Di Pilgub, nomor satu alumni HMI, nomor empat juga jelas keduanya adalah senior kita. Tapi janganlah nama organisasi kita tercinta ini dilabelkan untuk menghasut, apalagi untuk politik praktis. Biarkan saja mereka bertarung tanpa ada embel-embel hijau hitam," tegas Ardiansyah.