Kamis, 14 Juni 2018 21:40 WITA

Sering Tidak Sahur Gara-Gara Sibuk Kampanye, Nurdin Abdullah Tak Punya Kalla

Editor: Abu Asyraf
Sering Tidak Sahur Gara-Gara Sibuk Kampanye, Nurdin Abdullah Tak Punya Kalla
Nurdin Abdullah

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Calon gubernur Sulsel nomor urut 3, Nurdin Abdullah punya cerita tersendiri pada Ramadan kali ini.

Berstatus sebagai kandidat dan memasuki tahapan kampanye, membuat Nurdin cukup kewalahan menjalani masa kampanye.

Bagaiman tidak, kata Nurdin, kerap dirinya harus mengunjungi 9 titik lokasi kampanye dalam sehari. "Jadi mulai siang kita jalan ketemu silaturahmi sampainya malam sudah salat tarawih," kisahnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

"Kadang juga kita cuma minum air putih dan makan kurma saja dulu kalau buka puasa, lalu salat magrib. Tidak makan berat di tempat itu, tetapi langsung bergeser ke lokasi lain. Jadi nanti sudah salat tarawih baru makan. Sering sekali begitu," ungkapnya sembari tertawa.

Guru besar Unhas tersebut mengaku kerap tidak lagi makan sahur bersama tim ketika melakukan kampanye di daerah. Sebab, pola makannya yang kadang tidak teratur.

"Kita makan kadang jam 12 malam. Kalau dapat tempat rumah makan, ya syukur-syukur. Tapi kalau tidak, jadi kita makan mie instan saja. Jadi makan tengah malam sekalian sahur, baru lanjut puasa," kenangnya dengan terbahak-bahak.

Meski diakuinya berat badannya sempat turun signifikan selama Ramadan, namun ia bersyukur lantaran tetap diberi kekuatan dan kesempatan oleh Tuhan untuk tetap kuat menjalani puasa.

"Alhamdulillah. Tidak ada yang batal puasa saya. Yah meskipun harus kita akui berat, tapi itu berkat niat dan bantuan Yang di Atas (Tuhan)," ucapnya. Puasa batal atau tidak berpuasa dalam bulan Ramadan dikenal dengan istilah "kalla" dalam bahasa Bugis.