Selasa, 19 Juni 2018 10:02 WITA

Dugaan Intimidasi Oknum Polisi, Ini Penjelasan Tim Paslon Sumanga'Na

Editor: Andi Chaerul Fadli
Dugaan Intimidasi Oknum Polisi, Ini Penjelasan Tim Paslon Sumanga'Na

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Tim pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantaeng nomor urut 2, Andi Sugiarti Mangun Karim (Sumanga'Na) memberikan klarifikasi terkait dugaan intimidasi simpatisan paslon nomor urut 3, Ilham Azikin-Sahabuddin (IlhamSAH).

Sekadar diketahui, simpatisan IlhamSAH, Ikbal (23) diduga mendapat intimidasi dari salah satu oknum polisi Polres Bantaeng berinisial B, Minggu (17/6/2018) malam. Serta diduga mendapat perlakuan sundukan rokok di bagian leher dibawah telinga dari salah satu simpatisan paslon nomor urut 2. 

Dia pun diduga dipaksa untuk mengakui, bahwa dirinyalah yang melakukan money politic atau membagi-bagikan uang di Batu Labbu, Kelurahan Lembang Gantarangkeke, kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Juru bicara Sumanga'Na, Udhin Jalarambang mengatakan, bahwa tuduhan pelibatan oknum polisi tersebut tidaklah benar.

"Kami sudah klarifikasi dalam hal tersebut sudah dijelaskan Pak Idil (tim paslon Sumanga'Na) ke Kasiwas Polres Bantaeng," ujar Udhin, Selasa (19/6/2018).

Dari keterangan resmi yang diterima Rakyatku.com, Idil menjelaskan kronologis ke pihak Polres Bantaeng, Minggu (17/6/2018) malam setelah saya baca di grup jika salah satu tim paslon nomor urut 3 di dapat di Batu Labbu dan dikerumuni massa yang banyak. Sehingga dirinya (Idil) memanggil polisi berinisial B untuk menemani saya ke sana karena takut terjadi apa-apa.

"Dan ternyata setelah saya tiba di TKP kondisi memang sudah tidak memungkinkan, massa sudah bawa parang dan bahkan mengancam anak itu karena diduga dia adalah suruhan untuk menjadi pengamat lokasi untuk penyerahan money politik," beber Idil melalui Jubir Sumanga'Na, Udhin Jalarambang.

Pihaknya sudah berusaha untuk meminta pria (Ikbal) tersebut, tapi warga masih tetap menahan. Namun saat dirinya, mengaku bahwa pihaknya memanggil polisi agar pria tersebut dibawa ke Polres Bantaeng, barulah dilepaskan oleh warga.

"Anak (Ikbal) ini mengaku punya akun palsu atas nama putra bantaeng, maka kami mempertanyakan siapa2 itu pengguna akun palsu seperti bejo-bejo, ferdinan muhammad. Dimana sampai saat ini Polres Bantaeng belum bisa menangkapnya (akun-akun palsu)," akunya.

Dirinya pun menegaskan, bahwa tidak ada dilakukan intimidasi terkait money politic. "Yang pak polisi B lakukan hanya untuk menyelamatkan anak ini dari pengaruh sensitif masyarakat persoalan Pilkada. Dan ingin membongkar siapa pemilik akun-akun palsu yang selama ini meresahkan kami," imbuhnya.

Mengenai iming-imingan pemberian uang senilai Rp 1 Juta, pihak paslon Sumanga'Na membenarkan. "Memang benar, teman menjanjikan ke anak itu jika dia memberitahukan ke kami siapa pemilik akun-akun palsu tersebut. Dengan tujuan untuk menyampaikan ke pihak Polres Bantaeng. Agar laporan kami dapat tertangani dengan sebagaimana yang kami harapkan. Jadi tidak ada intimidasi, melainkan niat untuk membantu Polres Bantaeng mengungkap akun-akun yang sudah lama terlapor," jelas dia.

"Pernyataan jika paslon kami melibatkan aparat kepolisian dalam politik praktis itu tidak benar," tambah dia.