Selasa, 19 Juni 2018 15:08 WITA

PILGUB SULSEL

Membandingkan Hasil Survei Terbaru CRC dan SSI

Editor: Mulyadi Abdillah
Membandingkan Hasil Survei Terbaru CRC dan SSI
Herman Heizer dan Yuhardin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dalam dua hari ini, dua lembaga survei lokal melansir hasil survei elektabilitas empat pasangan calon Pilgub Sulsel 2018, sepekan jelang pencoblosan. 

Yakni Celebes Research Center (CRC) dan Script Survei Indonesia (SSI). Hasilnya, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) unggul di dua lembaga itu.

Pada Senin kemarin, (18/6/2018), riset yang dilansir CRC menyebutkan elektabilitas pasangan Prof Andalan mencapai 34,6 persen. Disusul Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) sebesar 26,3 persen. Kemudian duet Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan tingkat elektabilitas sebesar 21,4 persen dan pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) dengan elektabilitas 6,3 persen.

Adapun responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 11,5 persen. Survei digelar pada tanggal 2-10 Juni 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1.110 wajib pilih yang terdistribusi secara proporsional di 24 kabupaten/kota se Sulsel.

Pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka langsung (face to face) dengan menggunakan kuesioner. Survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Pada hari ini, Selasa (19/8/2018), Script Survei Indonesia (SSI) merilis hasil survei terbarunya. Pasangan Prof Andalan meraih elektabilitas tertinggi, dengan angka elektabilitas sebesar 37,07 persen.

Kemudian disusul NH-Aziz dengan elektabilitas 25,49 persen. Di posisi ketiga, ditempati pasangan IYL-cakka dengan elektabilitas 19,88 persen. Dan posisi buncit, pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo dengan elektabilitas 4,76 persen.

Dalam survei elektabilitas ini, responden disodorkan contoh kertas suara yang bergambar empat pasangan kandidat. Masih ada 12,80 persen yang tidak menandai surat suara.

Survei SSI menggunakan metodologi multistage random sampling, dengan mewawancarai 820 responden yang tersebar secara proporsional di 24 kabupaten/kota.

Survei tersebut diambil pada 3-12 Juni lalu. Toleransi kesalahan (margin of error) hasil survei tersebut sebesar 3,5 persen.