Rabu, 20 Juni 2018 23:30 WITA

Dituding Lontarkan Fitnah, Ini Penjelasan Tim Hukum IlhamSAH

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
Dituding Lontarkan Fitnah, Ini Penjelasan Tim Hukum IlhamSAH
Tim hukum pasangan IlhamSAH

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Tim hukum pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantaeng nomor urut 3, Ilham Azikin-Sahabuddin (IlhamSAH) kembali angkat bicara terkait tudingan pihaknya melakukan fitnah terhadap paslon nomor urut 2, Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba.

"Kami tidak pernah menuduh siapapun dan instansi manapun. Karena kami adalah praktisi hukum sehingga kami sangat menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," ujar Ketua Tim Hukum IlhamSAH, Suardi, Rabu (20/6/2018).

"Kami ini hampir tiap hari bergelut di peradilan dan telah banyak menangani perkara bisa dicek di pengadilan. Jangankan yang baru berproses dalam bentuk laporan, orang yang sementara berproses di persidangan pun kami tetap menganggap bahwa orang tersebut belum bersalah selama belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah)," tegasnya

Mengenai simpatisan paslon IlhamSAH yang bernama Ikbal (23), kata Suardi, bahwa pihaknya menegaskan bahwa berdasarkan penyampaian dari Ikbal, "Kami menduga telah terjadi pengancaman yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi yang berinisial B. Apabila ada pemberitaan yang memuat kami menuduh pihak lain, itu adalah pemberitaan yang keliru," paparnya.

Sebelumnya, Ikbal menyampaikan kronologinya. Dirinya dari Banyorang yang menuju ke Batu Labbu, Lembang Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu. Namun karena dalam perjalanan mati lampu, dia singgah di salah satu tempat, yang kemudian berselang beberapa menit, Ikbal didatangi dua orang. Salah satunya oknum polisi Polres Bantaeng berinisial B yang kemudian dibawa ke posko yang terpasang baliho paslon  nomor urut 2. 

Diduga di lokasi itulah, Ikbal mendapatkan pemaksaan untuk mengakui bahwa dirinya membawa uang untuk dibagi-bagi. Diduga pula Ikbal mendapat perlakuan dengan disulut rokok di bagian belakang telinganya dan sampai sekarang masih berbekas.

Terkait adanya pernyataan tim hukum paslon nomor 2 kepada media bahwa tujuan oknum anggota polisi berangkat ke Batulabbu tempat dimana Ikbal berada tujuannya untuk mengamankan, menurutnya aneh.

Loading...

"Jika Ikbal benar-benar ingin diamankan, maka seharusnya yang dihubungi adalah aparat kepolisian setempat terutama Bhabinkamtibmas yang sangat jelas tugas pokoknya dalam Pasal 27 Perkap Nomor 3 Tahun 2015 atau bahkan polsek terdekat dan juga melibatkan pemerintah setempat," ungkapnya.

Selain itu jika tujuannya untuk keamanan Ikbal, kata Suardi, maka dari tempat kejadian yang di Batu Labbu, Ikbal seharusnya dibawa langsung ke Polres Bantaeng atau bahkan ke rumahnya Ikbal karena pada saat itu telah ada oknum anggota polisi yang ikut bersama dengan Ikbal.

"Namun tidak dibawa ke Polres Bantaeng atau ke rumah Ikbal langsung, akan tetapi malah dibawa ke posko pemenangan nomor urut 2 di Lamalaka," herannya.

Dari pengakuan Ikbal pula, diduga oknum polisi B melakukan pengancaman menggunakan senjata api sehingga pihak keluarga Ikbal sangat menyayangkan tindakan oknum polisi tersebut.

"Maka, dari kejadian tersebut keluarga Ikbal sangat tidak terima dengan perlakuan yang diduga dilakukan oknum polisi. Olehnya itu, kami mendampingi melakukan pelaporan di Propam Polres Bantaeng, sekaligus meminta agar Polres Bantaeng tetap menjaga netralitasnya dalam Pilkada Bantaeng," imbaunya.


 

Loading...
Loading...