Kamis, 21 Juni 2018 13:56 WITA

Hasil Mengejutkan Survei JSI Soal Isu Korupsi, Politik Dinasti dan Pembohong

Editor: Mulyadi Abdillah
Hasil Mengejutkan Survei JSI Soal Isu Korupsi, Politik Dinasti dan Pembohong
Direktur Eksekutif JSI, Popon Lingga Geni, saat memaparkan hasil survei Pilgub Sulsel, pada Kamis (21/6/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Lembaga survei nasional, Jaringan Suara Indonesia (JSI) ikut merilis hasil temuannya terkait tiga isu di Pilgub Sulsel. Yakni isu politik dinasti, mantan terpidana korupsi, dan pembohong.

Pertanyaan yang diajukan JSI, "Jika ada calon gubernur Sulsel merupakan mantan terpidana korupsi, apakah ibu/bapak akan memilih atau tidak memilih sebagai gubernur Sulsel periode 2018-2023?

Hasilnya, 55,9 responden tidak akan memilih, 20,5 persen akan memilih dan 23,6 persen tidak jawab/tidak tahu.

Soal isu politik dinasti, JSI memberikan pertanyaan, "Apakah bapak/ibu pernah mendengar isu politik dinasti dalam sebuah pemilihan kepala daerah?"

"74,5 persen responden tidak pernah mendengar. Dan 25,5 persen responden menjawab tidak pernah mendengar," kata Direktur Eksekutif JSI, Popon Lingga Geni, Kamis (21/6/2018).

Pertanyaan kedua, "jika pernah mendengar, apakah bapak/ibu mengerti arti politik dinasti?"

"75,0 persen responden menjawab mengerti. Dan 25,0 persen responden menjawab tidak mengerti," tambahnya.

Soal isu pembohong, JSI juga punya temuan. Pertanyaan, "Jika ada calon gubernur yang melakukan kebohongan, apakah ibu/bapak akan memilih calon gubernur yang melakukan kebohongan tersebut sebagai calon gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023?"

"75,0 persen responden tidak akan memilih. 17,2 persen tidak tahu/tidak jawab. Dan 7,8 persen tidak akan memilih," tambahnya.

Pengambilan data JSI ini dilakukan pada 29 Mei-3 Juni. Teknik sampling multistage random sampling. Jumlah responden awal sebanyak 800 orang.

Adapun margin of error sebesar  +/- 3,5 persen dengan selang kepercayaan 95 persen.