Minggu, 24 Juni 2018 19:30 WITA

KPU Tolak Permintaan IYL-Cakka Soal Plaster Bening di Form C1, Ini Alasannya

Editor: Aswad Syam
KPU Tolak Permintaan IYL-Cakka Soal Plaster Bening di Form C1, Ini Alasannya
Form C1

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Permintaan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) untuk membubuhi plaster bening pada format C1 dan C2, ditolak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.

Kemarin (23/6/2016), pihak IYL-Cakka bersurat ke KPU Sulsel. Bagi pihak IYL-Cakka, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan yang kemungkinan terjadi, selepas penghitungan suara di tingkatan TPS. 

Dalam penjelasannya, dikhawatirkan akan terjadi otak-atik data pada form C1 dan C2.

Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai perubahan hasil perhitungan di tingkat TPS. Karena menurutnya, saat perhitungan nanti akan ada saksi yang menyaksikan langsung perhitungan, hingga dimasukkan ke kotak suara untuk di bawa ke KPU kabupaten/kota.

"Itu setelah dicatat langsung dimasukkan di kotak, dan itu disaksikan oleh saksi, kotak itu disegel dan tidak bisa di buka-buka. Itu formulir C yang masuk kotak itu sudah langsung diamankan dan langsung masuk ke KPU Kabupaten untuk discan," katanya dalam rilis yang diterima Rakyatku.com, Minggu malam (24/6/2018).

Saat ditanya perihal saran untuk penggunaan stiker bening pada formulir C1 dan C2 agar tidak mudah diubah. Faisal Amir menjelaskan, bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan, karena tidak diatur dalam aturan pemungutan suara. Apalagi kata dia, KPU sudah memiliki protap tersendiri yang dijamin keamanannya.

"Saya kira tidak akan terjadi hal-hal itu. Insyaallah aman karena kita sudah punya protap. Itukan yang begitu-begitu kalau di bawah maunya seperti itukan, protap seperti itu tidak ada," jelas Faisal.

Untuk lebih meyakinkan keamanan formulir C1 dan C2, Faisal Amir mengaku bahwa data yang ada pada C pleno besar, akan dicocokkan dengan data hasil perhitungan yang telah dikirim ke KPU. Kalau pun ada perubahan, maka akan dilakukan evaluasi dan koreksi.

"Yang C pleno besar juga itu akan kita tampilkan, akan kita foto dan scan, langsung bisa kita lihat. Kalau ada yang berubah dari itu, langsung kita bisa koreksi bersama. Saya kira banyak alat kontrolnya," paparnya.

Lebih lanjut, Faisal Amir menjelaskan, pada proses perhitungan suara nanti kandidat maupun tim tidak perlu khawatir akan terjadi kecurangan. Lantaran keamanan selama masa pencoblosan dijamin KPU akan aman dan berjalan dengan baik.

"Saya kira alat kontrolnya sudah sangat ketat, ini prosesnya berjalan dengan baik. Justru kita berharap di masa tenang ini, tidak ada kegiatan-kegiatan yang melanggar aturan," janjinya.