Senin, 25 Juni 2018 22:46 WITA

Pemuda Konvoi dari Gowa ke Makassar, Kampanyekan Politik Anticurang

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Aswad Syam
Pemuda Konvoi dari Gowa ke Makassar, Kampanyekan Politik Anticurang
Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Anticurang, menggelar kampanye damai dengan mengadakan konvoi dari Kabupaten Gowa hingga Kota Makassar, pada Senin (25/6/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Anticurang, menggelar kampanye damai dengan mengadakan konvoi dari Kabupaten Gowa hingga Kota Makassar, pada Senin (25/6/2018).

Kampus Kedua Institut sebagai inisiator Koalisi Gerakan Anticurang, bersama komunitas pemuda, mahasiswa dan pelajar se-kabupaten Gowa, melaksanakan kampanye damai gerakan politik anticurang dengan melakukan konvoi kendaraan roda dua dan empat. Rutenya, start di Balla Lompoa dan berakhir di Gedung Kesenian Makassar.

Selain melakukan konvoi, para aktivis Gerakan Anticurang ini, juga membagikan bunga mawar kepada masyarakat Gowa dan Makassar sebagai pesan perdamaian, serta flyer yang berisi daftar modus kecurangan yang biasa terjadi saat pilkada seperti tindakan makelar suara, TPS siluman, manipulasi hasil suara, dan lain-lain.

Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut pesta demokrasi Pilkada Serentak Sulsel pada 27 Juni mendatang.

"Ini gerakan independen, tidak partisan. Lahir dari kesadaran untuk kehidupan bersama yang lebih baik, lebih jujur, bersih dan bermartabat. Untuk itu, kita semua terutama para tim dan simpatisan kandidat wajib menjaga proses demokrasi dari awal hingga akhir sehingga dapat terlaksana baik, berjalan menjauh dari segala bentuk percobaan praktik-praktik kecurangan. Kalau berani berkontestasi, harus berani pula untuk tidak melanggengkan pola lama kecurangan!," tandas Padriana, Koordinator Kampus Kedua Institut yang menginisiasi gerakan politik anticurang, dalam catatan tertulisnya kepada Rakyatku.com.

Sementara itu, Muh Ridwan (Pengurus HIPMA Gowa yang juga mahasiswa Unhas) yang turut serta menginisiasi Konvoi Damai Anticurang di Gowa, mengungkapkan harapan yang sama.

“Kami dari komunitas pemuda dan pemilih pemula di kabupaten Gowa berharap agar dalam pilkada 2018 tidak ada lagi kecurangan-kecurangan pilkada, seperti yang selama ini kami dengar sering terjadi di daerah khususnya di kabupaten Gowa agar kedamaian bisa tercipta.

"Jangan kita biarkan generasi muda terjerumus dalam praktik politik curang. Jangan wariskan hal yg tidak baik bagi anak, cucu dan generasi mendatang. Sudah saatnya yang curang-curang dihentikan di Gowa," jelasnya.

Pengamat Politik Unhas, Icul Zulhajar yang telah lama memantau dinamika pilkada langsung di Sulsel mengapresiasi gerakan Konvoi Damai Anticurang. 

“Curang dalam Pilgub Sulsel itu punya jejak riwayat sejarah yang jelas, ada rekam ingatan yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Hari ini, yang gemar teriak curang bisa saja di masa lalunya bergelimang noda kecurangan. Sejarah politik kita harus bergerak maju, bukan mengulangi kesalahan yang sama. Repetisi itu tanda mandegnya sesuatu. Air kotor kalau dibiarkan terus tergenang bisa jadi sumber segala penyakit,” ungkap Icul Zulhajar.

Gerakan Anticurang sendiri pada saat deklarasinya di Kampus Kedua Tamalanrea-Makassar pada 13 Mei 2018 lalu telah mengundang semua pihak terutama kandidat dan tim pemenangan masing-masing kandidat.