Sabtu, 30 Juni 2018 20:54 WITA

Panwaslu Dalami Kasus Pelanggaran Oknum PPK di Jeneponto

Editor: Fathul Khair Akmal
Panwaslu Dalami Kasus Pelanggaran Oknum PPK di Jeneponto

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto, terus mendalami kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum penyelanggara di Kecamatan Tamalatea, Sabtu (30/6/2018). Puluhan kotak suara yang dibuka segelnya tanpa koordinasi dengan panwas dan saksi pasangan calon bupati Jeneponto dan calon gubernur.

Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful mengatakan, dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum penyelenggara di kantor PPK Tamalatea Jeneponto itu sedang naik status menjadi laporan pelanggaran.

"Sementara kita naikkan statusnya sebagai laporan pelanggaran. Hasil penelusuran kami tidak ada dokumen yang dihilangkan, hanya mengambil dokumen c1 di kotak suara itu, tapi itu sudah pelanggaran," jelas Saiful.

Harusnya kata dia, oknum yang membuka segel kotak suara melakukan koordinasi dengan panwas dan saksi pasangan calon.

"Kalau pun ada dokumen yang mau diambil di kotak suara itu, sebaiknya melakukan koordinasi. Ini sama sekali tidak ada koordinasi dari Panwas, saksi calon dan lainnya, ini sudah jelas pelanggaran, namanya juga disegel," kata Saiful.

Penyelidikan dugaan pelanggaran akan dilakukan selama satu hingga dua hari ke depan. Jika terbukti pelanggarannya maka ancaman pidana menunggu oknum yang membuka segel kotak suara itu. 

"Kita akan tangani satu dua hari kedepan. Kalau terbukti itu minimal 4 tahun (penjara) bagi penyelanggara di tingkat kecamatan maupun desa dan di tingkat TPS itu minimal 1 tahun penjara, saya pasti tindak," tegas Saiful.

Saiful menyayangkan, ketidakpahaman penyelenggara tingkat bawah, mana dokumen yang harus masuk dalam kotak dan mana dokumen yang harus diluar kotak. 

"Jadi Ini sudah patut dugaan pelanggaran yang kuat, tanpa ada koordinasi dengan panwas dan dihadiri saksi pasangan calon gubernur dan bupati, kok segel kotak suara dibuka,"tambahnya. 

Diberitakan, ada 33 segel kotak suara ditemukan oleh Panwas. Dan ada 58 kotak suara segel dirusak.

"Jadi betul, ternyata setelah kami kembali korscek ternyata itu bukan lagi 33 tapi jumlahnya ada 58 Kotak suara segelnya yang sudah tidak utuh rusak. Jadi, segel kotak suara yang dirusak itu bagian dari kotak suara," jelasnya.