Rabu, 04 Juli 2018 16:17 WITA

Saksi Sumanga'Na Walk Out dari Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Bantaeng

Editor: Mulyadi Abdillah
Saksi Sumanga'Na Walk Out dari Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Bantaeng
Saksi dari pasangan calon Sumang'Na, Sabar sesaat sebelum meninggalkan rapat pleno rekapitulasi Pilkada Bantaeng, Rabu (4/7/2018).

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara oleh KPU Bantaeng diwarnai aksi walk out dari saksi pasangan Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba (Sumanga'Na), pada Rabu (4/7/2018). 

Insiden ini terjadi saat rapat pleno sedang berlangsung di  di Aula Husni Kamil KPU Bantaeng. Pantauan di lokasi, rekap ini cuma dihadiri saksi dari pasangan Ilham Azikin-Sahabuddin (IlhamSAH). Saksi dari paslon nomor urut 1, Muhammad Alwi-Nurdin Halim (Siana'ta) pun juga tidak hadir.

"Kami menolak (kegiatan) rekapitulasi hasil perhitungan suara hari ini. Dalam proses Pilkada ini tentu ada aturan, dan kami ada dugaan temuan pelanggaran aturan," ujar Sabar, salah satu saksi Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba sebelum meninggalkan gedung.

Adapun beberapa aturan yang dilanggar, kata Sabar,  diantaranya adalah dugaan DPT ganda sekitar 22 ribu, dugaan pemilih yang dua kali mencoblos di dua TPS. 

"Temuan kami ada 215 TPS (mencoblos dua kali). Selain itu, kami menunggu tindak lanjut kasus money politics yang sudah dilaporkan di Panwas (Bantaeng) dan Bawaslu (Sulsel)," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Bantaeng, Nurbaeti mempersilakan langkah yang dilakukan Tim pasangan calon nomor urut 2 itu di Pilkada Bantaeng.

"Kami terima keberatan yang sudah disampaikan ke Panwas yang tengah berproses. Itu hak politik dan demokrasi. Kami tunggu klarifikasi dan panggilan Panwas dan Bawaslu," terangnya.

Ketua Panwaslu Bantaeng, Muhammad Saleh pun angkat bicara. "Semua laporan yang masuk sementara dalam proses. Untuk kasus money politics dan kampanye diluar jadwal sudah masuk sidik. Yang lain, masih dilakukan klarifikasi," ungkapnya.

Meski begitu, kata Saleh, bahwa penolakan pihak paslon nomor urut 2 ini tidak menghambat proses rekapitulasi hasil perhitungan suara.

Mendengar pernyataan itu, saksi Sumanga'Na  kembali menegaskan menolak rapat pleno tersebut.

"Kami tolak ini, karena tentunya ini mempengaruhi angka-angka (rekapitulasi) itu. Kalau mau dilanjutkan, tidak jadi soal," cetusnya.

Ketua Panwaslu Bantaeng kembali memberikan klarifikasi, bahwa terkait temuan pemilih ganda, pihaknya belum menemukan.

"(Daftar dugaan Pemilih ganda) yang kami proses belum ada kami temukan pemilih yang coblos 2 kali. (Ganda) nomor KK dan NIK tidak ditemukan. Secara resmi nanti kami akan sampaikan hasilnya, terutama kepada pelapor," pungkasnya.

Pasca membeberkan keluhannya, saksi paslon nomor urut 2 ini meninggalkan acara sebelum melihat langsung hasil rekapitulasi perhitungan suara untuk Pilkada Bantaeng.