Kamis, 05 Juli 2018 16:56 WITA

Saksi NH-Aziz Minta Panwascam Dikeluarkan dari Ruang Rapat Pleno KPU

Penulis: Fathul Khair
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Saksi NH-Aziz Minta Panwascam Dikeluarkan dari Ruang Rapat Pleno KPU

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Saksi pasangan cagub dan cawagub Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) meminta Panwascam untuk keluar dari ruangan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilgub Sulsel dan Pilwalkot Makassar, di Hotel Maxone, Jalan Taman Makam Pahlawan, Kamis (5/7/2018).

"Sebagaimana aturan yang kita pahami, Panwascam tidak boleh masuk ke ruangan ini. Kalau tetap dibolehkan masuk, saya juga boleh dong menghadirkan 15 saksi saya di 15 kecamatan," kata saksi NH-Aziz itu.

"Tapi prinsip keadilan, kami mohon maaf Panwascam tidak di ruangan ini. Jelas dalam aturan. Jelas dalam aturan, yang boleh hadir itu saksi, Panwaslu, PPPK. Panwascam tidak ada itu di aturan. Tidak fair lalu pendukung kami diblokade dilarang," tambahnya.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursari lalu menanggapi permintaan saksi NH-Aziz itu. Dikatakan Nursari, Panwascam sengaja dihadirkan untuk mencocokkan data yang dimiliki, dengan hasil rekapitulasi KPU Kota Makassar.

"Kalau misal tidak ada data pembanding, ini justru dikhawatirkan akan mengganggu rekapitulasi ini. Makanya kami menghadirkan Panwascam dan operator kami," kata Nursari menjawab permintaan saksi NH-Aziz tersebut.

Saksi NH-Aziz lagi menanggapi. "Ok kita sepakat, bapak menghargai proses ini. Tapi ingat, Panwascam juga dibatasi. Kalau begitu kami ngotot dong untuk menghadirkan saksi kami," ujarnya.

Komisioner Panwaslu Makassar, Nur Mutmainnah ikut menanggapi keberatan saksi NH-Aziz itu.

"Saya juga keberatan kalau Panwascam kami dibilang tidak steril. Kami juga punya aturan. Panwas dan KPU sama-sama punya kedudukan. Jadi mohon maaf Panwas dibilang tidak steril. Justru hadirnya Panwascam untuk mensterilkan sesuatu," tegasnya.

Saksi NH-Aziz tetap ngotot agar Panwascam dikeluarkan dari ruang rapat pleno. Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansyur memberikan solusi agar keberatan saksi NH-Aziz itu ditulis dalam berita acara.

Rapat pleno terbuka akhirnya kembali dilanjutkan. Kali ini giliran PPK Rappocini yang akan menyampaikan rekapitulasi hasil penghitungan Pilgub Sulsel.