Jumat, 06 Juli 2018 13:08 WITA

Saksi Appi-Cicu Tunjuki Ketua Panwaslu, Rapat Pleno Rekapitulasi Kembali Ditunda

Editor: Ibnu Kasir Amahoru

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rapat pleno rekapitulasi suara KPU Makassar kembali ditunda. Karenanya, terjadi insiden yang membuat gaduh peserta, yang berlangsung di Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, pada Jumat (6/7/2018). Padahal, rapat yang seyogyanya dimulai pada pukul 09.00 WITA, baru dimulai pukul 11.35 WITA.

Awalnya, ada salah seorang yang ditengarai dari Panwascam tiba-tiba mendekati ruangan operator, saat hasil suara rekapitulasi Kecamatan Manggala dibacakan.

Lelaki yang mengenakan baju kemeja hitam tersebut, langsung diteriaki oleh Sekretaris KPU Makassar, Sabri. Peserta langsung berhamburan mendekati panwascam tersebut dan meminta agar diusir dari luar ruangan.

Saksi Appi-Cicu meronta. Membentak sembari menunjuk-nunjuki agar oknum tersebut agar segera dikeluarkan. Beruntung, pihak keamanan segera menengahi, sehingga tidak terjadi gesekan.

Ketua Panwaslu Makassar, Nursary mencoba untuk mendekati anggotanya tersebut, namun kena teguran dari saksi Appi-Cicu.

Tidak terima diteriaki, Nursary mencoba membela diri. Debat antara Nursary dan Busranuddin Baso Tika (BBT) tak terelakkan, bahkan keduanya saling meninggikan suara.

Sempat reda, namun BBT dan Nursary kembali bersitegang di depan panggung. Bahkan, Ketua PPP Makassar tersebut kembali menunjuk-nunjuki Nursary, sembari mendorongkan badannya ke badan Nursary. Suasana kembali memanas. Lagi-lagi pihak keamanan kembali turun tangan untuk melerai.

Sekitar 15 menit insiden tersebut berlangsung, BBT dan Rahman Pina memberi ultimatum kepada Komisioner KPU Makassar. Mereka meminta untuk rapat tersebut ditunda, sekaligus meminta agar di luar dari Panwas, KPU dan saksi, agar tidak masuk lagi ke ruangan rapat.

"Kami ini mau tegakkan aturan. Jadi yang bukan Panwas, PPK, KPU dan saksi tidak boleh lagi masuk, itu berdasarkan PKPU," tegas Rahman Pina.

Abdullah Mashur selaku pimpinan sidang akhirnya angkat bicara. Ia setuju agar rapat pleno tersebut ditunda hingga pukul 14.00 WITA. "Jadi nanti kita kembali masuk ruangan jam 2," jelasnya.

Sementara itu, surat suara yang tadinya dibacakan oleh PPK Manggala, kembali dimasukkan dalam kotak suara dan diberi segel.