Jumat, 06 Juli 2018 13:31 WITA

Protes Rekap, LO Cagub Heran: Kok Ada Undangan Pemilih Tidak Dikenal?

Penulis: Saiful Mujib
Editor: Abu Asyraf
Protes Rekap, LO Cagub Heran: Kok Ada Undangan Pemilih Tidak Dikenal?
Komisioner KPU Pangkep memimpin rekap suara Pilgub Sulsel, Jumat (6/7/2018).

RAKYATKU.COM - Beberapa liaison officer (LO) atau penghubung pasangan calon (Paslon) gubernur Sulsel, menyebut Komisi Pemilih Umum (KPU) Kabupaten Pangkep tidak maksimal dalam proses pendataan dan distribusi undangan pemilih.

Rahmat Nur, LO paslon nomor urut 1 NH-Azis mengkritik banyaknya surat undangan C6 yang tidak terdistribusi. Hal ini, kata Rahmat, menunjukkan tidak maksimalnya penyelenggara. Pasalnya, jumlah sebanyak itu, terjadi di satu wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Bungoro.

"Ini harus jadi bahan evaluasi. Di satu sisi kita ingin tingkatkan partisipasi pemilih, namun pihak penyelenggara sendiri yang tidak maksimal. Bukan soal siapa yang akan dipilih oleh calon pemilih itu, melainkan bagaimana masyarakat mau sadar akan pentingnya demokrasi dan satu menentukan pemimpin ke depannya jika kita saja selaku pelaku demokrasi yang kurang maksimal," ujar Rahmat.

Dikatakan Rahmat, pada data Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bungoro, terdapat lebih dua ribu C6 yang tidak terdistribusi. Di antara itu terdapat 800-an undangan memilih yang diberi ketarangan "tidak dikenal".

Sementara LO nomor urut 4 IYL-Cakka, Ali juga mengkritik adanya C6 tidak terdistribusi dengan keterangan "tidak dikenal". 

"Saya yakin, tahapan itu berproses, sebelum dimasukkan ke daftar pemilih tetap (DPT). Jika itu prosesnya demikian, maka data itu akan gugur sejak pada tahapan daftar pemilih sementara. Tidak dimasukkan lagi ke data DPT dan mendapat surat C6. Ini, artinya pada saat pendataan pihak penyelenggara di lapangan yang tidak teliti dan maksimal. Bagaimana bisa pemilih itu tidak dikenal, lantaran dimasukkan di data DPT," ungkapnya.

LO paslon nomor 2 juga menyorot soal lambannya pendistribusian surat C6 ke pemilih oleh KPU.