Jumat, 06 Juli 2018 16:19 WITA

Hingga Sore, Rekap KPU Makassar Cuma Diisi Kericuhan dan Adu Mulut

Editor: Mulyadi Abdillah
Hingga Sore, Rekap KPU Makassar Cuma Diisi Kericuhan dan Adu Mulut
Suasana adu mulut dalam rekapitulasi suara Pilkada Makassar, Jumat (6/7/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rapat pleno lanjutan rekapitulasi suara KPU Makassar, yang dilangsungkan di Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, pada Jumat (6/7/2018) hingga pukul 15.20 WITA hanya diwarnai dengan kericuhan dan adu mulut.

Rapat yang jadwalnya dimulai pukul 09.00 WITA, setelah diskorsing pada dini hari tadi, baru dimulai pukul 11.30 WITA. Bukannya melanjutkan rekapitulasi suara, namun insiden krericuhan yang justru terjadi. Akhirnya, KPU Makassar menunda lagi rapat hingga pukul 14.00 WITA. 

Rapat kembali dimulai dengan telat, sekitar pukul 14.30 WITA. Lagi-lagi, bukannya lanjut, perdesatan sengit kembali terjadi, antara Panwaslu, KPU dan Saksi Appi-Cicu.

Saksi Appi-Cicu tidak ingin jika ada Panwascam yang juga masuk dalam ruangan. Akhirnya, perdebatan berlangsung hingga kurang lebih 30 menit.

Hasilnya, bukan cuma Panwascam yang diminta keluar dari ruang rapat, namun seluruh PPK juga dikeluarkan dari ruangan, serta 4 orang perwakilan dari Appi-Cicu.

"Jadi sesuai kesepakatan kita, nanti PPK akan dipanggil masuk dalam ruangan ketika rekap kecamatannya yang dibacakan," ujar pimpinan sidang, Abdullah Mashur.

Panwaslu protes. Lewat Mutmainnah, Panwaslu berharap, Panwascam juga dimasukkan dalam ruangan pada saat kecamatannya dibacakan rekapitulasinya. Kembali didebat oleh saksi Appi-Cicu, Rahman Pina. 

Rahman Pina kembali berkoar, kala melihat Mutmainnah berdiri di sebelah selatan dekat operator KPU Makassar. 

Rahman Pina meminta Mutmainnah untuk kembali ke tempat duduknya di sebelah utara, lalu menegur Mutmainnah. Kembali lagi perbebatan muncul. Karena Mutmainnah awalnya ogah mengikuti perintah, RP akhirnya berakrobat dengan naik atas panggung.

"Saya juga tidak menggunakan di sini (podium tempat KPU Makassar). Saya cuma di sini berdiri. Kapan selesainya kalau terus seperti ini?," tuturnya.

Abdullah Manshur tiba-tiba bereaksi. "Kita semua di sini sama-sama dewasa. Silakan kembali ke tempat duduk masing-masing," pintas Abdullah. 

Sampai sejauh ini, baru 2 kecamatan yang sudah dibacakan rekapitulasinya, yakni Kecamatan Biringkanayya dan Kecamatan Pulau Sangkarrang. Itu pun, merupakan hasil rekapitulasi yang dilakukan kemarin malam.