Jumat, 06 Juli 2018 18:33 WITA

Dugaan Pemukulan Anggota Panwascam, Haris Azhar: Mana Polisi?

Penulis: Syukur
Editor: Mulyadi Abdillah
Dugaan Pemukulan Anggota Panwascam, Haris Azhar: Mana Polisi?
Haris Azhar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar mengkritik dugaan pemukulan anggota Panwascam Kota Makassar oleh Sekretaris KPU Makassar, Sabri.

Haris Azhar mengatakan, tindakan tersebut bertentangan dengan hukum terlebih dilakukan oleh pejabat seperti Sekretaris KPU Makassar dalam proses tahapan pemilu. Haris Azhar mengatakan, tugas Panwas dalam Pemilu itu adalah sebagai fungsi kontrol atau pengawasan yang diberikan oleh Undang-Undang. 

“Intinya tugas panwas itu sudah diatur dalam UU pemilu, jadi fungsinya mengawasi, mencegah sebelum terjadinya kecurangan. Tugas panwas itu tidak boleh ada pihak yang halang-halangi termasuk KPU dan aparat keamanan,” ungkap Haris Azhar, Jumat (6/7/2018).

Haris Azhar mengatakan, pengawasan adalah salah bentuk kontrol untuk mengamputasi intervensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab termasuk intervensi dari pihak yang kalah atau lawan. Haris mengatakan, tugas panwas harus mengawal dan mencegah terjadinya kecurangan.

“Nah kalau terjadi pemukulan, maka itu sudah masuk ke ranah pidana. Dan ini bukti, mana polisi? katanya ada dalam satgas, harusnya jika profesional harus ditindak tegas tanpa tebang pilih," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Panwaslu Kota Makassar, Nursari mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap pada pihak manapun yang mencoba menghalang-halangi Panwas dalam proses pelaksanaan rekap.

"Kami tentu keberatan dan mengutuk tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh kepala sekretariat KPU Kota makassar," ungkapnya. 

Nursari mengatakan, Panwas dalam menjalankan tugas sesuai dengan kewenangannya telah melakukan pengawasan untuk memastikan tidak terjadinya kecurangan saat rekapitulisasi perhitungan perolehan suara Pilwalkot Makassar. 

"Karena kami ketat mengawasi, tiba-tiba sekretaris KPU langsung marah dan coba menghalangi rekan panwascam kami," tambahnya. 

Bantahan KPU Makassar 

Komisioner KPU Makassar, Rahmah Sayyed membantah dugaan pemukulan terhadap salah satu anggota Panwascam. Menurut Rahmah, Panwascam tersebut tidak benar kalau dipukul, namun hanya didorong. 

"Karena yang bersangkutan berada di operator KPU Makassar," kata Rahmah.

Diketahui pula, Panwascam tersebut bukan berasal dari Kecamatan Manggala, yang saat itu sedang ingin dibacakan hasil rekapitulasi suaranya. 

"Panwascam Sangkarrang jalan-jalan (mondar-mandir) ke area operator KPU (di sebelah selatan ruangan). Padahal kan sejak kemarin diberitahu jangan ke situ," tandasnya.

Berdasarkan pantauan Rakyatku.com yang berada di lokasi kejadian, Panwascam tersebut memang memang mendekati area operator. Sabri yang juga berada di tempat, mengusir oknum tersebut. Suasana tiba-tiba kacau dan akhirnya sidang pada saat itu ditunda.