Jumat, 06 Juli 2018 21:01 WITA

Akan Dilaporkan ke DKPP, Begini Tanggapan Panswaslu Parepare

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Andi Chaerul Fadli
Akan Dilaporkan ke DKPP, Begini Tanggapan Panswaslu Parepare

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Panwaslu Kota Parepare mengaku siap menghadapi laporan Tim Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS-AS) jika dilaporkan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Semua orang memiliki hak untuk melapor jika merasa tidak puas dengan hasil putusan yang kami keluarkan,”urai Ketua Panwaslu Kota Parepare, M Zainal Asnun, Jumat (6/7/2018).

Zainal menjabarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwaslu merupakan hasil rapaat dengan sentra Gakumdu setelah sebelumnya melakukan konsultasi dengan Bawaslu Provinsi Sulsel.

“Rekomendasi tersebut bisa kami pertanggungjawabkan,” jelas dia.

Sebelumnya Abdul Majid Masud yang merupakan pelapor dugaan kecurangan menuding rekomendasi yang dikeluarkan Panwaslu terkait sejumlah temuan pelangggaran Pilwalkot penuh dengan kontroversi. Dari tiga laporan masing-masing dugaan pemilih siluman (pengguna suket  yang diprakirakan mencapai 3000 orang), pembongkaran dan rusaknya segel kotak suara, serta pemilih di bawah umur tidak satupun dianggap memenuhi syarat pada Pasal 112 UU Pilkada.

Majid mengaku heran lantaran bukti-bukti yang diajukan cukup kuat. Dia melampirkan bukti massive-nya penggunaan suket pada laporan mengenai pemilih 'siluman', serta fakta-fakta terbongkarnya kotak suara. Lengkap dengan foto,video serta saksi-saksi yang bisa dikonfirmasi.

"Dalam PKPU nomor 8 tahun 2018, KPPS wajib menyegel dan mengamankan kotak suara setelah proses perhitungan suara telah selesai. Itu seharusnya memenuhi syarat untuk dilakukan PSU pada rujukan aturannya pasal 112 undang-undang Pilkada tahun 2015," jelasnya.

Atas putusan itu, Tim FAS berencana melaporkan Panwaslu Parepare.

"Ada indikasi Panwaslu tutup mata, melakukan pembiaran selama proses pencoblosan, dan mengeluarkan keputusan yang tidak selaras dengan bukti yang ada. Semoga Panwaslu tidak ikut dalam lingkaran kecurangan masif ini," imbuhnya.