Jumat, 06 Juli 2018 22:53 WITA

Walk Out, Saksi Appi-Cicu Sebut Rekap KPU Makassar Cacat

Editor: Andi Chaerul Fadli
Walk Out, Saksi Appi-Cicu Sebut Rekap KPU Makassar Cacat

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Saksi pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) meninggalkan (walk out) ruang rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilwalkot Makassar, di Hotel Maxone, Jalan Taman Makam Pahlawan, Jumat malam (6/7/2018).

Setelah meninggalkan ruangan, saksi Appi-Cicu masuk kembali ke ruang rapat pleno. Mereka menyampaikan di forum itu, untuk konsisten dengan keputusannya yang walk out dari rapat itu.

"Kami sampaikan, kami tetap konsisten dengan walk out kami," kata saksi Appi-Cicu, Irfan Idham.

Saksi Appi-Cicu lalu meminta formulir acara keberatan saksi (DB2-KWK). Saksi Appi-Cicu lalu menyebut proses rekapitulasi KPU Makassar ini cacat.

"Kami meminta untuk segera dihadirkan form keberatan itu. Dan pernyataan kami walk out berdasarkan proses rekap kecamatan Bontoala cacat. Sehingga keseluruhan proses dari semua ini kami anggap cacat," tambah saksi Appi-Cicu.

Diberitakan, saksi Appi-Cicu walk out, berawal dari tidak ditemukannya formulir DA1 di dalam kotak suara Kecamatan Bontoala. Formulir DA1 itu, adalah dokumen yang harus dibacakan PPK dalam rekapitulasi ini.

"Untuk (PPK) Kecamatan Bontoala saya minta untuk dipending dulu, sampai betul-betul clear. Ini mengindikasikan ada ketidaknetralan dari PPK. Kami sangat keberatan kalau ini dilanjutkan," kata saksi Appi-Cicu, Habibi.

Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur menanggapi keberatan yang disampaikan saksi Appi-Cicu itu. Abdullah mengatakan, meskipun tidak ditemukam DA1 PPK Bontoala, boleh dibacakan DA1 plano.

"Kalau kita meragukan DA1 yang dipegang PPK, maka keraguan itu bisa kita konfrontir dengan apa yang dimiliki Panwas, saksi, kemudian kita buka DA1 Plano," ujar Abdullah.

Namun saksi Appi-Cicu menolak usulan Komisioner KPU itu. Saksi Appi-Cicu meminta regulasi yang mengatur, apabila DA1 Plano boleh dibacakan bila DA1 tidak ada.

"Carikan kami regulasinya, kala tidak ada regulasinya kami akam ambil langkah walk out dari ruangan ini," tegas saksi Appi-Cicu.