Sabtu, 07 Juli 2018 02:33 WITA

Saksi Appi-Cicu Tolak Hasil Rapat Pleno, KPU Makassar: Rekapitulasi Tetap Sah

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Saksi Appi-Cicu Tolak Hasil Rapat Pleno, KPU Makassar: Rekapitulasi Tetap Sah
Foto: Dok/Rakyatku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Komisoner KPU Makassar, Abdullah Mansur menyebut, rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwalkot Makassar tetap sah, meskipun saksi pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) tidak ikut menandatangani hasil rekapitulasi itu.

"Penetapan kita tetapkan ini ada Panwas yang menyaksikan. Saya sampaikan di sebelum-sebelumnya di setiap sesi rekap, bahwa saksi bertanda tangan atau tidak bertanda tangan rekapitulasi itu tetap sah," kata Abdullah Mansur usai rekapitulasi hasil penghitungan Pilwalkot Makassar, di Hotel Maxone, Jalan Taman Makam Pahlawan, Sabtu dini hari (7/7/2018).

"Jadi memang kalau pun ada keberatan dan saksi tidak bertanda tangan, proses (rekap) ini tetap sah," tambahnya.

Saksi Appi-Cicu tidak bertanda tangan, karena walk out dari rapat pleno itu. Sebabnya, karena tidak ditemukannya formulir DA1 di dalam kotak suara. Formulir DA1 itu, adalah dokumen yang harus dibacakan PPK dalam rekapitulasi ini.

Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur menanggapi keberatan yang disampaikan saksi Appi-Cicu itu. Abdullah mengatakan, meskipun tidak ditemukam DA1 PPK Bontoala, DA1 plano yang akan menjadi rujukan.

"Kalau kita meragukan DA1 yang dipegang PPK, maka keraguan itu bisa kita konfrontir dengan apa yang dimiliki Panwas, saksi, kemudian kita buka DA1 Plano," ujar Abdullah.

Namun saksi Appi-Cicu menolak usulan Komisioner KPU itu. Saksi Appi-Cicu meminta regulasi yang mengatur, apabila DA1 Plano boleh dibacakan bila DA1 tidak ada.

"Carikan kami regulasinya, kalau tidak ada regulasinya kami akan ambil langkah walk out dari ruangan ini," tegas saksi Appi-Cicu.