Sabtu, 07 Juli 2018 14:24 WITA

Sempat Diragukan, Hasil Quick Count CRC Presisi dengan Hasil Hitung Manual KPU

Editor: Abu Asyraf
Sempat Diragukan, Hasil Quick Count CRC Presisi dengan Hasil Hitung Manual KPU
Direktur Riset CRC, Wahyuddin Abbas (kiri) dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - KPU Kota Makassar sudah menggelar rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwalkot Makassar, Jumat malam (6/7/2018). Hasilnya pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachnatika Dewi (Appi-Cicu) mendulang 264.245 suara atau 46,77 persen. Sedangkan kolom kosong sebesar 300.795 suara atau 53,23 persen.

Lembaga survei dan konsultan, Celebes Research Center (CRC) yang melakukan hitung cepat (quick count) pada hari pencoblosan, 27 Juni 2018. Hasil hitung cepat CRC untuk pasangan Appi-Cicu sebesar 46,51 persen. Dan kolom kosong 53,49 persen. 

CRC mengambil sampel 200 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terdistribusi secara merata di seluruh kecamatan di Kota Makassar. Margin of error untuk quick count CRC berkisar +-1 persen. Metode pengambilan sampel TPS yang digunakan multistage random sampling dengan melihat proporsi jumlah pemilih di semua kecamatan.

Direktur Riset CRC, Wahyudin Abbas menjelaskan, sebelum proses hitung cepat dari lembaganya itu digelar, sudah banyak tahapan ketat yang lebih awal dilakukan. Data yang diolah harus akurat.

Dijelaskan Wahyudin, dalam proses hitung cepat, banyak tenaga yang dilibatkan. Karena TPS yang menjadi sampel sebanyak 200, maka setidaknya ada 200 relawan CRC yang stand by langsung di TPS untuk melaporkan data hasil pemilihan.

"Idealnya satu TPS, satu orang. Karena namanya quick count, maka datanya harus bisa cepat masuk. Kecuali, ada dua TPS yang berdekatan dan bisa ditangani satu orang, serta perkiraan tidak memakan waktu banyak, maka itu bisa ditolerir," ujar Wahyudin kepada Rakyatku.com, Sabtu (7/7/2018).

Agar data yang diperoleh itu dijamin akurat, CRC menerapkan sistem quality control. Relawan yang bertugas di TPS, sudah harus paham betul terkait data yang dibutuhkan. Dan mengirim data sesuai dengan yang ada di TPS.

Jadi, soal jumlah tenaga, diperkirakan ada 200 lebih yang digunakan CRC dalam quick count Pilwalkot Makassar tahun ini. Belum lagi ditambah koordinator kota, tim IT, call center, dan operator lainnya.

"Jadi perkiraan kita ada 200 lebih tenaga yang terlibat. Meskipun pada faktanya itu tadi, bisa saja dua TPS ditangani satu orang," tambahnya.

Proses kerja quick count CRC dijelaskan Wahyudin, dimulai saat proses penghitungan suara TPS selesai. Relawan yang ada di TPS akan dihubungi satu per satu oleh call center CRC.

"Jadi kita punya sistem IT. Relawan kita sudah dibekali format SMS. Ke mana mereka akan mengirim SMS. Jadi mereka akan mengirim SMS ke server kita. Server kita langsung mengolah dan mengeluarkan hasilnya," jelas Wahyudin.

Nomor kontak relawan, kata dia, sudah terdaftar di server milik CRC. Sehingga, nomor lain tidak akan masuk ke server, selain nomor relawan yang terdaftar. Makanya, data yang masuk sudah terfilter sejak awal.

"Termasuk di server kita ada sistem yang akan mengontrol apakah SMS itu valid atau tidak valid. Kalau tidak valid, call center kita akan menelepon relawan untuk meng-crosscheck data dari relawan kita itu," ujarnya.

Bagaimana bila data yang dikirim relawan salah? "Secara sistem akan langsung ketahuan. Kalau dia salah, mereka akan ditelepon ulang oleh call center kita untuk mengirim ulang data. Kalau mengirim ulang data, maka SMS sebelumnya akan tertimpa secara otomatis dan akhirnya akan terkoreksi data yang benar. Bisa juga kita input manual dari tim IT kita," tutup Wahyudin.