Sabtu, 07 Juli 2018 16:01 WITA

Urusan Pilgub Usai, Begini Suka Duka PPK Tanete Riaja Selama Bertugas

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Urusan Pilgub Usai, Begini Suka Duka PPK Tanete Riaja Selama Bertugas
Herliani (38).

RAKYATKU.COM, BARRU - Herliani (38), anggota PPK Devisi Hukum dan Pengawasan Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru ini menceritakan suka dukanya selama menjalankan tugas di Pilgub Sulsel 2018.

Menurutnya, pengalaman menjadi anggota PPK menyisakan banyak cerita duka. "Dukanya itu kita harus stay (siap) 24 jam mengawasi selama tahapan proses Pilgub ini berlangsung," kata Herliani, Sabtu (7/7/2018).

Meski sibuk dengan urusan pemilu, dirinya juga tetap tak mengabaikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.

"Saya kan sudah berkeluarga, sementara jika kita dipanggil oleh teman PPK ataukah KPU tidak ada alasan untuk tidak hadir meski sibuk urus keluarga atau bahkan jika lagi istrihat," ujarnya.

Bukan hanya itu, hal yang paling menguras tenaga, menurut ibu tiga anak ini, adalah saat proses penyaluran surat suara ke Desa/Kelurahan jelang pemilihan.

"Apalagi tempat tugas saya di wilayah pegunungan. Dua lokasi yang paling sulit dijangkau seperti Desa Harapan dan Mattirowalie, karena untuk mengantar surat suara tidak bisa menggunakan mobil, melainkan hanya bisa dijangkau dengan motor," ucapnya.

Belum lagi jika hujan, katanya, kondisi jalan yang licin dan cukup terjal membuat dirinya kesulitan menjangkau lokasi tugasnya di Tanete Riaja.

"Saya memang tidak terlibat mengangkut surat suara itu. Tapi pengawasan dari kami selaku PPK harus standby juga, jadinya tetap ikut capai  dan lumayan menguras tenaga," ujar istri dari Jumardin ini.

Meski demikian, ia mengaku tetap senang bisa ikut berpastisipasi dalam penyelenggaraan Pilgub Sulsel.

"Ini sudah kesekian kalinya saya terlibat jadi penyelenggara Pemilu karena suami juga mendukung. Dibilang senang juga ia karena saya orangnya hobi dan senang jika kumpul bersama teman-teman. Dan di situlah seninya," tuturnya.