Sabtu, 07 Juli 2018 23:08 WITA

42 Pelanggaran Pilkada Selama Periode Pencoblosan sampai Penghitungan Suara di Sulsel

Editor: Adil Patawai Anar
42 Pelanggaran Pilkada Selama Periode Pencoblosan sampai Penghitungan Suara di Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menemukan sebanyak 42 pelanggaran dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Sulsel. Temuan dan laporan tersebut terjadi pada periode 25 Juni-28 Juni atau terjadi selama periode pencoblosan dan penghitungan suara.

Hasilnya, daerah-daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada), mendominasi. Daerah-daerah yang mendominasi tersebut yakni Makassar (4 kasus), kota Parepare (8 kasus), Wajo (1 kasus), Pinrang (6 kasus), Luwu (1 kasus), Sidenreng Rappang (5 kasus), Sinjai (4 kasus), Bantaeng (2 kasus), Jeneponto (2 kasus), serta Gowa (2 kasus).

Sementara daerah lain yang hanya mengikuti Pilgub Sulsel juga ada ditemukan pelanggaran baik temuan maupun laporan, yakni Barru (1 kasus), Tana Toraja (1 kasus), Luwu Timur (2 kasus), Selayar (5 kasus). Sementara daerah lainnya masih nihil. 

Adapun pelanggaran yang terjadi cukup bervariasi. Mulai dari dugaan pelanggaran politik uang, pemilih yang ditemukan mencoblos dua kali di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda, pelanggaran prosedural, serta netralitas penyelenggara. 

"Pelakunya semua itu terancam pidana dan sekarang sudah berproses didaerah-daerah yang dimaksud itu," kata Komisioner Divisi Hukum, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf, Sabtu (7/7/2018).

Menurut Azry, diantara pelanggaran dan temuan tersebut, ada beberapa kasus yang sudah ditingkatkan statusnya ketahap penyidikan.

"Ada yang sudah naik sidik dan ada yang sudah ditahan. Itu ditangani oleh Gakkumdu setempat. Namun, kami tetap supervisi dan memonitoring," tutupnya.