Senin, 09 Juli 2018 13:44 WITA

Selisih Suara 6 Persen, Hasil Pilkada Makassar Bisa Digugat ke MK?

Editor: Mulyadi Abdillah
Selisih Suara 6 Persen, Hasil Pilkada Makassar Bisa Digugat ke MK?
Foto: IST

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Hasil Pilkada Makassar sudah direkap. Selisih jumlah suara pasangan Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dengan kolom kosong melebihi ambang batas untuk digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hasil rekap KPU Makassar, pasangan Appi-Cicu yang diusung 10 partai besar memperoleh suara sebanyak 46,77 persen sedangkan Kolom Kosong 53,23 persen. Selisihnya 6,46 persen. 

Sesuai aturan, untuk mengajukan gugatan ke MK bagi Kota Makassar yang memiliki jumlah penduduk 1 juta lebih, harus memiliki selisih suara 0,5% dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir KPU Kabupaten/Kota.

Hal serupa juga terjadi pada hasil rekap Pilgub di 3 wilayah Pulau Jawa. Berdasarkan rekap KPU di 3 provinsi tersebut, tidak ada yang selisihnya berkisar 0,5%.

Apakah masih berpeluang hasil rekap digugat ke MK meski tak sesuai ambang batas?

Sekjen MK, Prof Guntuh Hamzah, menjelaskan, kendati hasil pilkada tak sesuai ambang batas MK, para paslon yang ingin menggugat hasil pilkada ke MK tetap dipersilakan. Dia menambahkan, berkas gugatan juga akan dipelajari.

"Tetap dilayani meskipun melebihi ambang batas di MK, jadi kalau mau masuk ke sini tetap dilayani nanti akan ditelaah perkara-perkaranya. Di 2 Pilkada sebelumnya juga tetap dilayani," ujar Guntur dikutip dari detikcom, Senin (9/7/2018).

Guntur menjelaskan, berdasarkan pengalaman 2 pilkada serentak sebelumnya, gugatan yang melebihi ambang batas di MK tetap digelar sidang. Bahkan, ada juga pilkada yang ambang batas suara di atas 0,5% tetap digelar hingga ke pokok perkara.

"Tentu nantinya itu domain dari bapak-ibu hakim yang akan menentukan dan melihat masalahnya. Dulu bahkan ada Pilkada di Kabupaten yang ambang batasnya lebih dari 0,5% tetap digelar sampai ke pemanggilan saksi karena memang hakim melihat ada yang aneh," demikian Guntur.