Senin, 09 Juli 2018 21:30 WITA

Bawaslu Minta KPU Sulsel Investigasi Insiden di Rapat Pleno KPU Makassar

Editor: Aswad Syam
Bawaslu Minta KPU Sulsel Investigasi Insiden di Rapat Pleno KPU Makassar
Misnah Attas dan Azry Yusuf

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel untuk menginvestigasi insiden pada rapat pleno KPU Makassar. Seperti diketahui, insiden tersebut melibatkan anggota Panwaslu Kecamatan Sangkarrang, Rusli dengan Kepala Sekretariat KPU Kota Makassar, Sabri.

"Terhadap insiden itu, kami sudah meminta kepada KPU Provinsi, agar melakukan investigasi, mencari fakta-fakta terkait dengan itu. Sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan jika ada yang keliru. Selain itu kita mengharap KPU untuk melakukan langkah-langkah pembinaan terkait dengan pelaksanaan kegiatan kepemiluan," kata Komisioner Divisi Hukum, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf, Senin (9/7/2018).

Disinggung progres laporan terkait insiden tersebut, Azry mengaku belum bisa menyimpulkan lebih jauh. Sebab kata dia, pihak Bawaslu Sulsel juga masih terus melakukan pendalaman.

"Fakta yang sesungguhnya belum dapat kami simpulkan. Yang pasti ada laporan bahwa ada insiden. Terkait apa yang terjadi sebenarnya, kami masih lakukan pendalaman. Kami belum bisa memberikan keterangan melampaui fakta yang sedang kami kumpulkan. Insyaallah beberapa hari ke depan kami akan mengambil kesimpulan, terkait sikap kami dari hasil klarifikasi dan penyelidikan," jelasnya.

Terpisah, Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas mengaku siap melaksanakan rekomendasi Bawaslu tersebut jika diminta. Pihaknya juga mengaku siap memberikan keterangan-keterangan jika dibutuhkan.

"Rekomendasi Bawaslu tadi sifatnya, agar KPU Makassar dan KPU Sulsel mendorong proses hukum yang sedang berjalan, atas insiden yang terjadi pada rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilwalkot Makassar 2018," tuturnya kepada Rakyatku.com, Senin (9/7/2018).

Menurut Misna, pihaknya akan tetap mendorong proses penyelesaian masalah tersebut. Namun, pihaknya tetap mempercayakan sepenuhnya pada aturan hukum yang berlaku.

"Kami mendorong saja. Itu juga yang diminta Bawaslu. Tapi pada prinsipnya, KPU Sulsel menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Dan kami jika diminta memberikan keterangan-keterangan, tentu kami akan memberikan keterangan-keterangan tersebut," tutupnya.