Selasa, 10 Juli 2018 00:24 WITA

2,5 Jam Diperiksa, Ini Ditanyakan Panwas dan Begini Jawaban Danny

Penulis: Rizal
Editor: Aswad Syam
2,5 Jam Diperiksa, Ini Ditanyakan Panwas dan Begini Jawaban Danny
Danny Pomanto memberikan keterangan kepada wartawan, usai diperiksa Panwas terkait tuduhan menggerakkan kolom kosong di Makassar, Senin malam (9/7/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memberikan keterangan di Sekretariat Gakkumdu Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Senin malam (9/7/2018).

Dalam sesi klarifikasi yang berlangsung tertutup selama 2,5 jam tersebut, Danny mengklarifikasi dua laporan sekaligus.

"Jadi dua laporan. Laporannya itu termasuk saya menghadiri undangan salah satu komunitas, yang kebetulan memang mengatasnamakan kolom kosong. Sebagai wali kota saya hadir saja, tapi kan materinya bukan tentang itu, materinya kita halal bihalal. Yang kedua itu laporan tentang sujud syukur. Baru ini ada sujud syukur yang ada masalahnya. Sujud syukur ini kan ibadah," kata Danny saat ditemui usai memberikan klarifikasi.

Disinggung apakah memang dirinya terlibat dalam pergerakan untuk memenangkan kolom kosong di Makassar, Danny hanya tertawa dan menganggap tuduhan tersebut sebagai sesuatu hal yang lucu baginya.

"Kenyataan di lapangan kolom kosong tidak punya saksi. Sejak DIAmi tidak jadi paslon, tidak pernah ada uang sepeserpun saya keluarkan. Saya tidak pernah turun, karena saya komitmen saya ingin menjaga Pilkada damai. Lucu sebenarnya kalau ada tuduhan begitu dan masyarakat menganggap ini tidak punya dasar. Ini murni gerakan rakyat, bukan gerakannya wali kota, dan wali kota pun tidak punya hak untuk melarang itu," jelasnya.

Menurut Danny, seharusnya sampai hari ini dirinya masih harus berada di Singapura. Namun sebagai warga negara yang taat hukum, dirinya komitmen untuk memenuhi panggilan Bawaslu Sulsel untuk memberikan klarifikasi.

"Saya ini taat hukum, semestinya saya masih di Singapura sampai 12 Juli nanti. Tapi saya minta izin tidak ikuti acara lagi, karena saya mau mendukung ini supaya harus clear. Padahal izin negara saya ini sampai 12 Juli," pungkasnya.

Sekadar diketahui, dua laporan yang dituduhkan kepada Danny dilaporkan oleh perseorangan ke Bawaslu RI. Selanjutnya, Bawaslu RI melimpahkan laporan tersebut ke Bawaslu Sulsel untuk ditindaklanjuti.