Selasa, 10 Juli 2018 10:39 WITA

Bawaslu Sulsel Sebut Danny Dicecar Lebih Dari 20 Pertanyaan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bawaslu Sulsel Sebut Danny Dicecar Lebih Dari 20 Pertanyaan
Azry Yusuf.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto memberikan keterangan di Sekretariat Sentra Gakkumdu Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Senin malam (9/7/2018).

Dalam sesi klarifikasi yang berlangsung tertutup selama 2,5 jam tersebut, Danny mengklarifikasi dua laporan sekaligus.

"Kita sudah mengambil keterangan tentang dua laporan. Nomor laporannya saja berbeda, tapi keduanya tentang dugaan keberpihakan beliau (Danny) dalam Pilwalkot Makassar 2018," kata Komisioner Divisi Hukum, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf.

Disinggung berapa pertanyaan yang ditujukan ke Danny, Azry mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya. "Yang jelas lebih dari 20 pertanyaan," tuturnya.

Selain Danny, menurut Azry, pihak Gakkumdu Bawaslu Sulsel juga telah meminta keterangan dari saksi pelapor serta Kasubag Protokoler Danny.

"Selain Pak Danny, kita juga sudah ambil keterangan dari saksi pelapor. Kita juga memeriksa Kasubag protokolernya sebagai saksi juga," jelasnya.

Lebih lanjut, Azry menegaskan bahwa kedua laporan yang terkait Danny tersebut dilaporkan oleh pihak perseorangan dan tidak mengatasnamakan tim pasangan calon.

"Laporannya itu atas nama pribadi bukan mengatasnamakan paslon. Dalam laporan itu, Pak Danny diduga melanggar pasal 71 ayat 1 dan ayat 3 UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada yang mengatur bahwa pejabat negara dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon baik didaerahnya maupun didaerah lain," tandasnya.

Ancaman hukumannya menurut Azry adalah pidana. Hal tersebut mengingat Danny bukanlah seorang kontestan Pilkada Serentak 2018.

"Andai ini dilakukan oleh incumbent maka sanksinya adalah didiskualifikasi. Tapi karena ini bukan incumbent maka ancamannya adalah pidana. Itu diatur dalam Pasal 188 UU Nomor 10 tahun 2016," pungkasnya.