Selasa, 10 Juli 2018 14:47 WITA

Bila Kolom Kosong Digugat ke MK, KPU Makassar Bilang Begini

Editor: Mulyadi Abdillah
Bila Kolom Kosong Digugat ke MK, KPU Makassar Bilang Begini
Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilgub Sulsel dan Pilwalkot Makassar sudah dimulai di Hotel Maxone, Makassar, Kamis (5/7/2018) siang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - KPU Makassar menegaskan tidak akan lagi melakukan rapat pleno perihal 'kemenangan' kolom kosong bila tanpa gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu ditegaskan oleh Komisioner KPU Makassar, Rahma Saiyed. Menurutnya, keputusan KPU tentang hasil akhir pemungutan suara, telah digelar pada 6 Juni lalu. Hasil itu menjadikan Pilkada Kota Makassar akan kembali digelar ulang pada 2020.

"Jadi tidak ada lagi rapat pleno penetapan. Karena kemarin itu sudah," jelas Rahma, saat dikonfirmasi via telepon, pada Selasa (10/7/2018).

Ia pun menanggapi perihal jika ada gugatan yang dilayangkan ke MK dari pihak pasangan calon, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). 

"Itu soal lain lagi. Yang pasti keputusan KPU beberapa waktu lalu soal Pilkada Makassar sudah final," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan UU No 10 Tahun 2016, ambang batas akhir untuk melakukan gugatan hasil akhir Pilkada Serentak dilakukan paling lambat tiga hari kerja sejak diputuskan. 

Jika berdasarkan hal tersebut, besok merupakan batas akhir keputusan pihak dari Appi-Cicu untuk melakukan gugatan ke MK terkait keputusan KPU Makassar.

Sejumlah Tim Hukum Appi-Cicu yang coba dikonfirmasi perihal ajuan gugatan ke MK, belum memberi jawaban pasti. 

"Insya Allah (ajukan ke MK). Soal waktunya, nanti kami akan sampaikan secara resmi kalau sudah didaftar," tutur salah satu Tim Hukum Appi-Cicu, kemarin (9/7/2018).