Selasa, 10 Juli 2018 17:24 WITA

Pleno Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Terpilih Menunggu Surat MK

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
Pleno Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Terpilih Menunggu Surat MK
Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Waktu pelaksanaan rapat pleno penetapan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sulawesi Selatan terpilih belum ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.

Selain tetap menunggu gugatan dari kontestan Pilgub Sulsel 2018 di Mahkamah Konstitusi (MK), KPU Sulsel juga menunggu surat resmi dari MK yang menerangkan status gugatan di Pilgub Sulsel, apakah ada gugatan masuk ataupun sebaliknya.

Seperti diketahui, berdasarkan jadwal, tahapan penerimaan permohonan di MK  dimulai pada tanggal 4-11 Juli 2018 pada pukul 07.30-24.00 WIB.

"Memang dalam PKPU kita seperti itu bahwa tiga hari kerja pengajuan gugatan Perselisihan Hasil Pilkada-nya. Tapi setelah itu, pasti MK melalukan verifikasi, pendokumentasian, lalu penyampaian kepada KPU tentang daerah-daeran mana saja yang ada gugatannya dan daerah yang tidak ada," kata Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas, saat ditemui Rakyatku.com di Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Selasa sore (10/7/2018).

Oleh karena itu, menurut Misna, KPU Sulsel menunggu surat resmi dari MK yang akan dijadikan sebagai dasar untuk mempersiapkan rapat pleno penetapan.

"Kita menunggu surat dari MK. MK itu akan mengeluarkan surat secepatnya yang berisi daerah-daerah mana saja yang digugat. Seluruh Indonesia menunggu itu. Kita tidak boleh berasumsi, kan prinsipnya ini kita bekerja berdasarkan kepastian hukum. Yang tertulis itulah yang berkepastian hukum. Setelah ditutup (masa pengajuan gugatan), mereka menilai dulu. Pokoknya kita menunggu saja. Nanti mereka (MK) akan menyampaikan ke KPU RI lalu KPU RI yang menyampaikan kepada provinsi yang melaksanakan Pilkada," jelas mantan Ketua KPU Makassar tersebut.

Terpisah, Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi serta Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin mengaku jika surat edaran dari MK tersebut telah sampai ke tangan KPU Sulsel, pihaknya akan segera melaksanakan rapat pleno penetapan pada kesempatan pertama.

"Yang pasti, KPU Provinsi menunggu surat kolektif yang dikeluarkan MK tentang daerah mana saja yang Pilkada-nya ada gugatan. Jika dalam surat MK itu Pilgub Sulsel tidak ada gugatan, maka pleno penetapan dilakukan pada kesempatan pertama," singkatnya.