Selasa, 10 Juli 2018 22:38 WITA

1.688.628 Warga Tak Salurkan Hak Pilihnya di Pilgub Sulsel 2018

Editor: Fathul Khair Akmal
1.688.628 Warga Tak Salurkan Hak Pilihnya di Pilgub Sulsel 2018

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 telah usai. Pasangan nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) ditetapkan sebagai kandidat dengan jumlah perolehan suara terbanyak, yakni sebanyak 1.867.303 suara.

Rekapitulasi penghitungan suara yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel juga mencatat jumlah suara sah sebanyak 4.256.439 suara, jumlah suara tidak sah 77.920 suara, dengan total suara secara keseluruhan adalah 4.334.359 suara.

Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Sulsel sebanyak 6.022.987 dan total suara secara keseluruhan 4.334.359 suara, berarti terdapat 1.688.628 pemilih yang tidak menyalurkan hak pilihnya di Pilgub Sulsel 2018.

Rendahnya partisipasi pemilih di Pilgub Sulsel ini diakui oleh Ketua KPU Sulsel, Misna M. Attas. Menurutnya, kendala cuaca yang ekstrim dibeberapa daerah pada tanggal 27 Juni tersebut menjadi salah satu penyebab turunnya partisipasi masyarakat.

"Menurunnya partisipasi pemilih itu salah satu faktornya itu karena kita di Indonesia timur ini pada bulan Juni itu musim penghujan. Jadi, misalnya di Toraja, Toraja Utara ada badai disana. Hujan deras mulai dari subuh sampai malam hari disertai angin kencang. Bahkan sampai ada pemindahan TPS yang dilakukan. Sidrap, Luwu, Soppeng dan daerah Bone juga begitu. Nah, menurut kita itu yang menjadi penyebab rendahnya angka partisipasi," katanya saat ditemui di Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Selasa sore (10/7/2018).

Menurut Misna, berdasarkan pengalamannya, baru pada Pilkada Serentak 2018 ini KPU Sulsel harus berhadapan dengan cuaca ekstrim pada saat hari pencoblosan.

"Kondisi cuaca pada saat hari pencoblosan itu memang tidak kondusif bagi masyarakat untuk ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Baru kali ini kami melaksanakan Pemilu dengan kondisi cuaca seperti itu," tambahnya.

Selain faktor cuaca, menurut Misna, adanya tiga daerah yang menggelar Pilkada kolom kosong juga menjadi salah satu penyebab turunnya partisipasi pemilih. Tiga daerah yang dimaksud adalah Makassar, Bone dan Enrekang.

"Kita tidak mencapai target pemilih, salah satunya juga karena ada tiga daerah yang kotak kosong, yaitu Bone Enrekang dan Makassar," tandasnya.

Disinggung apakah hal ini juga dipengaruhi oleh sosialisasi KPU yang tidak terlalu maksimal, Misna membantah. Menurutnya, memang ada kendala-kendala yang terjadi diluar prediksi penyelenggara pemilu.

"Di semua kabupaten/kota itu sudah massif. Selain itu kan juga ada sosialisasi dari pasangan calonnya. KPU sudah berusaha membawa pemilih ke TPS tapi memang ada faktor-faktor diluar daripada itu semua. Tapi tentu saja KPU harus tetap melakukan evaluasi terhadap sosialisasi-sosialisasi yang telah dilakukan. Meski memang ada kendala yang tidak bisa kita hindari, yaitu faktor alam," pungkas mantan Ketua KPU Makassar ini.