Kamis, 12 Juli 2018 14:33 WITA

Pilkada Makassar ke MK

DIAmi Bermohon PSU, Appi-Cicu Minta Jadi Peraih Suara Terbanyak

Editor: Mulyadi Abdillah
DIAmi Bermohon PSU, Appi-Cicu Minta Jadi Peraih Suara Terbanyak
DIAmi dan Appi-Cicu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Suara mayoritas kolom kosong di Pilkada Makassar 2018 memasuki babak baru ke Mahkamah Konsitusi (MK). Hasil rekapitulasi KPU Makassar digugat oleh M Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) dan Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). 

Permohonan gugatan lebih dulu diajukan oleh DIAmi, mantan pasangan calon Pilkada Makassar pada Selasa (10/7/2018). Selang beberapa jam kemudian, disusul permohonan pasangan Appi-Cicu. Permohonan ini diajukan melalui kuasa hukum masing-masing. 

Apa saja permohonannya ke majelis hakim di MK?

Dikutip dari situs MK, Tim hukum DIAmi mengganggap hasil Pilkada Makassar cacat hukum lantaran KPU Makassar tidak mengindahkan putusan Panwaslu Makassar yang memutuskan untuk kembali mengikutkan DIAmi di Pilkada Makassar. 

Untuk itu, tim hukum DIAmi memohon kepada MK untuk menyatakan hasil Pilkada Makassar cacat hukum atau batal demi hukum. Selain itu, DIAmi bermohon putusan KPU Makassar yang mengabaikan putusan Panwaslu Makassar dinyatakan tidak sah dan memerintahkan kepada KPU Makassar untuk menetapkan pasangan DIAmi sebagai kontestan bersama Appi-Cicu. 

"Memerintahkan kepada Termohon KPU Makassar untuk menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh kecamatan, Kota Makassar," bunyi permohonan DIAmi.

Bagaimana dengan permohonan Appi-Cicu?

Dikutip dari situs MK, kuasa hukum Appi-Cicu menyebut sejumlah dugaan pelanggaran dalam proses Pilkada Makassar yang dinilai terstruktur, sistematis dan masif.

Antara lain politik uang hingga politisasi birokrasi yang disebut penyebab perolehan suara Appi-Cicu kalah atas kolom kosong. 

"Adanya keterlibatan Moh Ramdhan Pomanto selaku walkota Makassar yang secara massif mensosialisasikan kolom kosong di Makassar," bunyi pokok perkara permohonan Appi-Cicu.

"Bahwa amburadulnya penyelenggaraan pemilihan yang dilaksanakan oleh termohon serta lemahnya fungsi pengawasan Panwaslu Makassar sehingga ditemukan fakta ada beberapa penggelembungan suara di beberapa kecamatan Kota Makassar," bunyi pokok perkara selanjutnya. 

Atas sejumlah pokok perkara itu, tim Appi-Cicu memohon kepada MK untuk mengabulkan permohonannya untuk seluruhnya dan membatalkan keputusan KPU Makassar tentang penetapan rekapitulasi perolehan suara, serta menetapkan pemohon sebagai peraih suara terbanyak. 

Terakhir, Tim Appi-Cicu memohon; "Memerintahkan KPU Makassar untuk menerbitkan SK yang menetapkan pasangan calon Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi sebagai walikota dan wakil walikota terpilih pada Pilkada Makassar 2018,".