Senin, 23 Juli 2018 18:20 WITA

Pleno Penetapan Gub/Wagub Sulsel Terpilih, KPU Sulsel Belum Terima Surat MK

Editor: Nur Hidayat Said
Pleno Penetapan Gub/Wagub Sulsel Terpilih, KPU Sulsel Belum Terima Surat MK

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kurang lebih 12 pasca tahapan penerimaan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ditutup oleh Mahkamah Konstitusi (MK), KPU Sulsel belum juga menerima surat resmi pemberitahuan dari lembaga tinggi negara tersebut.

Surat resmi dari MK tersebut untuk menerangkan status gugatan di Pilgub Sulsel, apakah ada gugatan yang masuk ataupun sebaliknya. Jika tidak ada gugatan, maka surat tersebut akan menjadi dasar bagi KPU Sulsel untuk menggelar rapat pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih.

"Sampai hari ini belum ada kita terima," kata Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang, saat ditemui di Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Senin (23/7/2018).

Menurut Asrar, surat dari MK tersebut disampaikan ke KPU RI untuk kemudian diteruskan ke KPU Provinsi yang mengelar Pilgub di seluruh Indonesia, termasuk KPU Sulsel.

"Alur suratnya seperti itu. Bersamaan seluruh Indonesia. Kita menunggu saja," tambahnya.

Sebelumnya, Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi serta Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin mengaku jika surat edaran dari MK tersebut telah sampai ke tangan KPU Sulsel, pihaknya akan segera melaksanakan rapat pleno penetapan pada kesempatan pertama.

"Yang pasti, KPU Provinsi menunggu surat kolektif yang dikeluarkan MK tentang daerah mana saja yang Pilkada-nya ada gugatan. Jika dalam surat MK itu Pilgub Sulsel tidak ada gugatan, maka pleno penetapan dilakukan pada kesempatan pertama," tuturnya.

KPU Sulsel telah menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sebagai pasangan calon dengan perolehan suara terbanyak. Paslon nomor urut tiga ini memperoleh dukungan sebanyak 1.867.303 suara.