Rabu, 01 Agustus 2018 16:16 WITA

KPU Makassar Sudah Beri Jawaban di Sidang MK, Ini Jadwal Putusan Sela

Editor: Mulyadi Abdillah
KPU Makassar Sudah Beri Jawaban di Sidang MK, Ini Jadwal Putusan Sela
Yusril Ihza Mahendra dan Refly Harun selaku Kuasa Hukum para pemohon saat mengikuti sidang gugatan sengketa Penyelesaian Hasil Pemilihan (PHP) Kota Makassar, Jumat (27/7) di Ruang Sidang MK. (Foto: Humas MK).

RAKYATKU.COM, JAKARTA - KPU Makassar telah menjalani sidang kedua lanjutan perkara hasil pemilihan (PHP) Pilwalkot Makassar, di Mahkamah Konstitusi (MK) siang tadi (1/8/2018). Dalam sidang kedua ini, materinya yakni tanggapan/jawaban dari termohon.

KPU Makassar berstatus termohon atas ajuan dari pihak Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dan Moh Ramdhan'Danny'Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Salah satu Komisioner KPU Makassar, yang hadir dalam persidangan, Wahid Hasyim mengatakan, pihaknya telah menyampaikan keterangan berdasarkan dalil dan bukti data-data yang dimiliki sebagai bantahan atas ajuan gugatan pemohon.

"Kita punya dalil untuk membantah seluruh permohonan yang diajukan oleh pemohon. Baik dari pihak DIAmi maupun maupun Appi-Cicu," ucapnya, lewat sambungan telepon.

Makanya, setelah menyampaikan seluruh bantahannya, KPU menyerahkan sepenuhnya ke majelis hakim selaku penentu hasil sidang.

Menurutnya, hasil sidang ini akan menjadi penentu, lanjut atau tidaknya sidang perkara tersebut. "Sidang berikutnya akan diputuskan apakah lanjut atau tidak. Kita serahkan semuanya ke majelis hakim," pungkas Wahid.

Dengan selesainya sidang pendahuluan tersebut, maka pemohon maupun termohon menunggu putusan dismissal (putusan sela). 

Merujuk jadwal penanganan perkara pilkada di MK, pembahasan dan pengambilan Putusan (dismissal) melalui Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) berlangsung pada 6-8 Agustus 2018. Hasil dari RPH itu dibacakan pada 9-15 Agustus 2018

Dari putusan ini nanti diseleksi, perkara yang terbukti tidak memenuhi syarat permohonan atau memenuhi syarat permohonan bisa lanjut ke sidang.