Selasa, 07 Agustus 2018 23:35 WITA

Tim Hukum Appi-Cicu Sebut 23 Laporan di Panwaslu Tak Libatkan Gakkumdu

Penulis: Rizal
Editor: Fathul Khair Akmal
Tim Hukum Appi-Cicu Sebut 23 Laporan di Panwaslu Tak Libatkan Gakkumdu
Kuasa hukum Appi-Cicu, Muhammad Rullyandi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim hukum pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) menemukan indikasi adanya laporan di Panwaslu Kota Makassar yang proses penyelesaiannya tak melibatkan pihak Gakkumdu.

"Dalam sidang ini juga kami menghadirkan anggota Gakkumdu untuk memberikan kesaksian bahwa mereka (Anggota Gakkumdu) tidak dilibatkan dalam penanganan 23 laporan di Panwaslu. Dan itu sudah terungkap dipersidangan tadi," ungkap kuasa hukum Appi-Cicu, Muhammad Rullyandi saat ditemui di Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Selasa sore (7/8/2018).

Menurut Rullyandi, hal tersebut tentu melanggar aturan yang ada. Sebab, dalam Peraturan Bawaslu sudah jelas mengatur bahwa pihak Gakkumdu harus dilibatkan dalam setiap proses penanganan laporan yang masuk ke Panwas.

"Dalam Peraturan Bawaslu itu jelas bahwa Panwaslu harus mengikutsertakan Gakkumdu dalam penanganan laporan. Ini merupakan hal baru yang menjadi sorotan DKPP," tambahnya.

Rullyandi juga meminta klarifikasi Panwaslu Kota Makassar atas tidak adanya tindakan Panwas terhadap beredarnya rekaman video Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto yang diduga melakukan salam yang identik dengan kolom kosong.

"Dalam pengaduan ini kita ingin membuktikan bahwa Panwaslu Makassar tidak melaksanakan tugas dan fungsinya dalam melaksanakan pengawasan aktif terhadap masa kampanye dan masa tenang di Pilwalkot Makassar 2018. Itu terbukti dengan tidak adanya penindakan terhadap beredarnya sebuah video dimana Wali Kota Makassar menunjukkan simbol yang diduga sebagai dukungan terhadap kolom kosong. Tentu harus ada klarifikasi dari Panwas terhadap tindak lanjut beredarnya video tersebut. Karena kita sebenarnya berharap Panwaslu itu melakukan tindakan tegas terhadap Wali Kota tetapi pada faktanya terjadi pembiaran secara massif terhadap indikasi tersebut. Itu kita sampaikan ke DKPP," tutupnya.

Sekadar diketahui, sidang perdana yang digelar selama kurang lebih empat jam, Selasa (7/8/2018) tersebut, belum menghasilkan keputusan. Sidang akan dilanjutkan pada Jumat (10/8/2018) mendatang dengan menghadirkan saksi ahli, yakni mantan Ketua Bawaslu RI, Bambang Eka Cahya Widodo untuk memberikan keterangan terkait penyelesaian aduan Appi-Cicu tersebut.