Sabtu, 11 Agustus 2018 14:07 WITA

Kalah di MK, Habibi: Appi Sudah Paham

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Mulyadi Abdillah
Kalah di MK, Habibi: Appi Sudah Paham
Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ajuan gugatan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Mahkamah Konstitusi (MK) telah berakhir. Hal itu setelah MK memutuskan tidak melanjutkan gugatan perihal hasil pemilihan Pilwalkot Makassar 2018.

Lantas, apa langkah selanjutnya Appi-Cicu?

Menurut salah satu kuasa hukum Appi-Cicu, Habibi, secara hukum, Pilwalkot Makassar sudah selesai. "Karena UU kita sudah menentukan bahwa putusan MK itu final dan mengikat," katanya, saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/8/2018).

Ditanya lebih lanjut, apakah hal ini sudah diketahui oleh Appi? Habibi menyebut, telah disampaikan langsung kepada Appi selaku pemberi kuasa dalam perkara tersebut.

"Bahkan beliau sudah paham akan hal ini," tegasnya. 

Sementara itu, menurut Komisioner KPU Makassar, Andi Shaifuddin, Pilwalkot Makassar akan kembali digelar pada tahun 2020 mendatang.

"Makassar akan ikut pada Pilkada Serentak 2020, jadi bukan pilkada ulang," ungkapnya. 

Dikatakan pula, KPU tidak akan melakukan rapat pleno lagi atas putusan MK. "Karena MK membenarkan apa yang dilakukan oleh KPU Makassar," pungkasnya.

Diketahui, Pilkada Makassar 2018 berakhir dengan calon tunggal pasca pasangan DIAmi didiskualifikasi. Berdasarkan rapat pleno hasil perhitungan suara Pilkada Makassar, KPU menetapkan kolom kosong sebagai pemenang.

Kolom kosong mengalahkan calon tunggal Appi-Cicu yang diusung 10 partai besar. Dalam rekapitulasi suara, kolom kosong menang di 13 Kecamatan di Kota Makassar. Sedangkan calon tunggal Appi Cicu hanya menang di 2 Kecamatan.

Kolom kosong memperoleh suara sebanyak 300.795, sedangkan calon tunggal memperoleh suara sebanyak 264.245. Total perolehan suara Pilkada Makassar mencapai 565.040 suara. Perolehan suara antara kotak kosong dengan calon tunggal sebanyak 36.898 suara.