Jumat, 06 September 2019 13:27 WITA

Sengit, Ini Hasil Survei SSI di Pilkada Maros 2020

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Sengit, Ini Hasil Survei SSI di Pilkada Maros 2020
Direktur Eksekutif SSI Yuhardin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Lembaga Script Survei Indonesia (SSI) merilis hasil survei elektabilitas bakal calon Bupati Maros periode 2020-2025. 

Survei SSI ini digelar pada 16-23 Agustus 2019, dengan mengambil sampel 410 orang yang dipilih secara acak dengan metode Multistage Random Sampling. Sampel ini tersebar di seluruh kecamatan di Maros secara proporsional. Survei SSI ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error 4,8 persen.

Hasilnya, elektabilitas sejumlah nama yang mencuat akhir-akhir ini cukup terpaut tipis. Maklum, Pilkada Maros 2020 tanpa incumbent.

Elektabilitas yang berada di peringkat pertama adalah AS Chaidir Syam. Elektabilitas politikus PAN yang juga anggota DPRD Maros itu sebesar 19,76 persen. Lalu disusul adik ipar Bupati Maros Hatta Rahman, Suhartina Bohari dengan angka elektabilitas 13,66 persen. 

Di posisi tiga dan empat, bersaing ketat antara Wakil Bupati Maros petahana Andi Harmil Mattotorang di angka 12,44 persen dan putra mantan Bupati Maros, Andi Ilham Najamuddin di angka 10,24 persen. 

Direktur Eksekutif SSI Yuhardin menyebutkan terdapat 25 nama dari 29 nama bakal calon yang disurvei, dengan tingkat keterpilihan masih dipegang kalangan politisi PAN, birokrat, dan kerabat Bupati Maros. 

Loading...

“Dua periode PAN berhasil mendudukkan Hatta Rahman sebagai Bupati Maros, yang dinilai masyarakat berhasil berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat di atas 90 persen,” ujar Yuhardin dalam rilis yang diterima Rakyatku.com.

Selain keempat nama di posisi teratas, juga terdapat nama istri Hatta Rahman, Suraida Hatta dengan angka keterpilihan 3,17 persen, termasuk pula sejumlah politisi muda juga ikut terjaring dalam survei SSI, seperti politisi PSI Nurhasan dengan angka 2,68 persen, Wawan Mattaliu dan Ramli Rahim dengan angka keterpilihan 2,20 persen.

Yuhardin menambahkan, para bakal calon Bupati Maros masih memiliki waktu sekitar 11 bulan, sebelum hari pemungutan suara, untuk berupaya meningkatkan elektabilitasnya, misalnya dengan menawarkan program-program yang diinginkan warga Maros. 

“Hasil survei masih 54 persen yang mengenali calon-calonnya, kandidat harus lebih rajin lagi bersosialisasi, dengan memasang alat peraga dan bertemu langsung dengan masyarakat,” pungkas Yuhardin.

Loading...
Loading...