Kamis, 31 Oktober 2019 15:07 WITA

Bersaing Wabup dan Ketua DPD II, Syamsuddin Alimsyah Siap Kendarai Partai Golkar

Editor: Abu Asyraf
Bersaing Wabup dan Ketua DPD II, Syamsuddin Alimsyah Siap Kendarai Partai Golkar
Bakal calon bupati Bulukumba, Syamsuddin Alimsyah saat mengikuti tes wawancara di kantor Golkar Sulsel, Rabu (30/10/2019).

RAKYATKU.COM - Bakal calon bupati Bulukumba, Syamsuddin Alimsyah menunjukkan kesungguhan untuk mengendarai Partai Golkar. Dia satu dari empat kandidat yang sampai ke tahap wawancara, Rabu (30/10/2019).

Hanya empat kandidat yang lolos hingga ke tahap wawancara. Selain Syamsuddin Alimsyah, juga Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba, Andi Hamzah Pangki; pengurus DPD I Risman Pasigai, dan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Saat tes wawancara di kantor DPD I Partai Golkar Sulsel, Kak Syam --sapaan akrabnya-- disodori kurang lebih 10 pertanyaan. Tim pewawancara dipimpin HA Kadir Halid, mantan anggota DPRD Sulsel sekaligus mantan ketua Pansus Angket DPRD Sulsel.

Kadir didampingi antara lain Irwan Muin sebagai sekretaris, serta HA Syamsul Alam Mallarangen, HA Astuti Attas, Annas GS Kr Jalling, dan Rusni Kasman.

Kak Syam menyatakan keseriusan dan kesiapannya untuk mengendarai Partai Golkar. Terbukti sejak awal, berkasnya sudah lengkap sejak pendaftaran di kabupaten hingga masuk tahapan wawancara di provinsi.

Syamsuddin yang berlatar belakang aktivis NGO dan jurnalis bukanlah seorang politikus. Namun, kekuatan politik dan jaringan yang berada di belakangnya adalah kekuatan dan modal untuk maju sebagai kandidat bupati Bulukumba. 

Bersaing Wabup dan Ketua DPD II, Syamsuddin Alimsyah Siap Kendarai Partai Golkar

Suami dari Andi Mariattang, politikus DPP PPP ini, punya banyak jaringan dalam pergulatannya dengan dunia politik, baik sebagai aktivis NGO yang bergerak di ranah legislatif maupun sebagai konsultan di berbagai lembaga donor internasional yang bekerja untuk Indonesia.

Kak Syam selama ini bergerak untuk penguatan politik pada lembaga politik maupun masyarakat sipil.

Di Bulukumba, Kak Syam sejak tahun 2003 membangun jejaring masyarakat sipil di setiap kecamatan melalui Kopel. Sebuah lembaga nirlaba yang didirikannya tahun 2000 yang aktif melakukan kerja-kerja advokasi di masyarakat. 

Loading...

Lembaga yang didirikan oleh para jurnalis ini juga aktif membangun penguatan kelembagaan DPRD dan kader-kader partai politik. 

"Saatnya orang media maju untuk Bulukumba yang lebih baik," ungkapnya di tengah-tengah awak media di ruang media centre DPD I Partai Golkar Sulsel.

Dengan kemampuan pengalaman dan jaringan yang dimilikinya, suami Andi Mariattang ini siap mewujudkan Bulukumba Baru bersama Partai Golkar.

Suami Andi Mariattang ini menjelaskan, bahwa jika dirinya dipercaya masyarakat Bulukumba untuk menjadi bupati ke depan, maka ada beberapa program inovasi yang akan dijalankan. 

Salah satunya inovasi three in one. Ini program inovasi kesehatan terintegrasi dengan catatan sipil. Setiap anak yang lahir akan langsung mendapatkan akta lahir, kartu anak, dan perubahan KK untuk orang tuanya. 

Dokumen ini akan diterima yang bersangkutan paling lama 10 hari setelah melahirkan. Dokumen ini akan diantarkan ke rumah warga yang bersangkutan. 

Selain itu, masih program inovasi di sektor kesehatan, Kak Syam siap menghadirkan pelayanan dasar yang maksimal. Caranya, membangun rumah sakit penyangga di tiga wilayah, yakni timur, tengah, dan barat Bulukumba. Juga pemberian insentif bagi kader posyandu. 

Sementara untuk sektor pendidikan, pendiri Kopel ini menawarkan program inovasi beasiswa dalam tiga kategori. Pertama, beasiswa berprestasi yang akan dikerjasamakan dengan perusahaan pemberi CSR. Kedua, beasiswa jurusan tertentu, misalnya kedokteran untuk mengatasi kekurangan dokter, akan bekerja sama dengan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dan beasiswa bagi penghafal Alquran. Ketiga, beasiswa bagi keluarga kurang mampu. 

Selain itu, untuk program keagamaan, Kak Syam akan menawarkan kerja sama dengan kelompok majelis taklim untuk pembinaan akhlak dengan menyiapkan bantuan operasional. Insentif bagi imam masjid di desa-desa dan beberapa program inovasi lainnya seperti menjadikan desa sebagai jendela dunia, inovasi sektor wisata, dan lain-lain. 
 

Loading...
Loading...