Kamis, 19 Desember 2019 18:15 WITA

Demi Pemerintahan Bersih, Abraham Samad Siap Dukung Langsung Kak Syam di Pilkada Bulukumba

Editor: Abu Asyraf
Demi Pemerintahan Bersih, Abraham Samad Siap Dukung Langsung Kak Syam di Pilkada Bulukumba
Abraham Samad dan Syamsuddin Alimsyah

RAKYATKU.COM - Abraham Samad dan Syamsuddin Alimsyah berangkulan. Keduanya mengangkat jempol. Hampir bersentuhan.

Abraham Samad dan Syamsuddin Alimsyah adalah dua sahabat. Sudah sejak lama. Sama-sama aktivis antikorupsi. Adanya kesamaan konsen membuat keduanya saling mendukung satu sama lain.

Bertemu dan berdiskusi secara rutin adalah hal yang mereka lakukan. Seperti kemarin, Abraham dan Kak Syam kembali bertemu dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, Abraham Samad dan Kak Syam tampak santai. Makan bersama sambil diskusi kekinian. Topiknya, berkaitan semangat pemberantasan korupsi. Utamanya mengenai pasca revisi UU pemberantasan tindak pidana korupsi yang melemahkan KPK.

Kedua sahabat sepakat semangat antikorupsi harus tetap bergelora sampai Merauke. Tidak boleh padam.

Demi Pemerintahan Bersih, Abraham Samad Siap Dukung Langsung Kak Syam di Pilkada Bulukumba

loading...

Selama ini, keduanya memang konsen dalam agenda pemberantasan korupsi. Abraham Samad selaku mantan ketua KPK dan Kak Syam yang merupakan pendiri Kopel Indonesia sekaligus tokoh nasional antikorupsi memiliki visi yang sama dalam melawan korupsi.

Abraham Samad yakin, majunya Kak Syam dalam Pilkada Bulukumba, ada peluang besar mewujudkan pemerintahan bersih di Bulukumba. Abraham Samad siap turun gunung mem-back up Kak Syam menuju kursi bupati Bulukumba.

Penasihat hukum Kopel itu mengajak semua pihak, termasuk kaum milenial, aktivis lslam, dan penggiat antikorupsi untuk bergandengan tangan mendukung Kak Syam. Dia, kata Abraham, sosok kandidat yang mengusung antikorupsi.

Semangat antikorupsi harus terus bergelora untuk kesejahteraan masyarakat. Korupsi lah yang membuat masyarakat menderita. Susah sekolah. Pupuk mahal. Biaya kesehatan juga mahal. Begitu pula sektor pelayanan publik lainnya. Antrean KTP masih lama dan lain-lain.

Loading...
Loading...